
PADANG, INVESTIGASI_Luminpark cluiser, perumahan elit di Lubuk Minturun, termasuk paling parah, saat bencana banjir dan longsor meluluhlantakan Ranah Minang, khususnya Kota Padang. Perumahan yang sejuk dan damai itu, berubah jadi lautan lumpur dan tumpukan kayu gelondong
Tidak saja, perabot rumah tangga, mobil pun terbawa arus air yang menghantam kawasan elit itu. Pasca banjir dan longsor, sedimen tebal masih membaluti daerah tersebut. Dan, di lokasi bencana, tengah berlangsung pekerjaan peningkatan SPAM jaringan perpipaan paket 1, instalasi jaringan pipa air minum (SR)
Proyek milik Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, sedang tahap pekerjaan. Penggalian pun sudah dilakukan untuk membenamkan pipa 2 inci. Proyek senilai Rp1.138.137,32 itu, menimbulkan tanda tanya warga setempat
Kenapa tidak, proyek bernomor kontrak 01/Kont -GPS/APBD/PUPR/2025 tanggal 19 Agustus 2025 itu, dilihat dari kontrak bulan Agustus, sementara pekerjaan dilakukan pasca bencana yang terjadi pada bulan November dan Desember 2025. Terbukti, galian dilakukan diantara sedimen banjir dan longsor yang masih terlihat di lokasi itu.
Tidak itu saja, kedalaman galian pipa 2 inci itu, juga diragukan. Sesuai gambar kerja, kedalaman galian 75 Cm, kenyataan dilapangan kurang. Apalagi, digali disedimen tanah yang masih melekat di lokasi pekerjaan. Tentu kedalaman galian diragukan dan dipertanyakan
Namun, ketika dikonfirmasikan kepada Dinas PUPR Kota Padang, terkait pekerjaan CV. Baja Mas, masa pelaksanaan 120 hari kalender itu, tak ada tanggapan sama sekali. Sampai berita ini diturunkan, misteri pekerjaan belum mendapat jawaban.
Penulis
Novri Investigasi


