
PADANG, INVESTIGASI_Luminpark cluiser, perumahan elit di Lubuk Minturun, termasuk paling parah, saat bencana banjir dan longsor meluluhlantakan Ranah Minang, khususnya Kota Padang. Perumahan yang sejuk dan damai itu, berubah jadi lautan lumpur dan tumpukan kayu gelondong
Tidak saja, perabot rumah tangga, mobil pun terbawa arus air yang menghantam kawasan elit itu. Pasca banjir dan longsor, sedimen tebal masih membaluti daerah tersebut. Dan, di lokasi bencana itu, tengah berlangsung pekerjaan peningkatan SPAM jaringan perpipaan paket 1, instalasi jaringan pipa air minum (SR)
Proyek milik Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, sebenarnya sudah dikerjakan dan tinggal melakukan coran. Tapi, malang sakijok mato. Belum dilakukan pengecoran, pekerjaan porak poranda, akibat banjir dan longsor Kota Padang, bulan November 2025 lalu
Pasca bencana longsor dan banjir itu, Nico Lesmana Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memerintahkan kembali rekanan untuk melanjutkan pekerjaan proyek senilai Rp1.138.137,32 itu
Rekanan pun membeli pipa baru dan mengganti pipa yang putus akibat banjir dan longsor. Tapi, semulus tujuan, tak seiring niat untuk melakukan perbaikan. Kenapa tidak, proyek bernomor kontrak 01/Kont -GPS/APBD/PUPR/2025 tanggal 19 Agustus 2025 itu, sangat dibutuhkan warga
“Sebab, warga sangat membutuhkan air minum yang bersih. Dengan niat yang baik, rekananpun melakukan perbaikan,” katanya seraya menyebutkan, tak menunggu lama, air PDAM akan lancar mengalir, sehingga proyek dikerjakan CV. Baja Mas, masa pelaksanaan 120 hari kalender itu, sudah bisa dinikmati warga.
Penulis
Novri Investigasi


