
Kepedulian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen CK) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) terhadap peningkatan kawasan Kumuh Batang Arau, Kota Padang, pantas diacungkan jempol.
Kenapa tidak melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), senilai Rp25 menyulap kawasan kumuh itu, menjadi destinasi wisata nan mempesona. Dilengkapi sarana dan prasarana, menjadi pembeda dari lokasi wisata lain di Kota Padang ini. Termasuk berlatar belakang sejarah dan memanfaatkan potensi yang ada dilokasi itu
Seperti kapa tundo dikenal juga kapal Datuk Maringgih dan Rumah Pohon, tempat berselfie ria diantara gantungan dahan. Juga dilengkapi taman, trotoar, tempat olahraga, tugu berkisah tentang Sitinurbaya dan banyak lainnya. Semua itu, menjadi pesona tersendiri di lokasi wisata yang berdampingan dengan Pelabuhan Muaro Padang dan jalan menuju akses wisata Batu Malin Kundang.
Hancur tak Dilakukan Pemeliharaan
Namun, disayangkan, pekerjaan peningkatan kawasan Kumuh Batang Arau diserahterimakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) kepada Pemko Padang tahun 2019 itu, tak dilakukan pemeliharaan. Sehingga ada beberapa item pekerjaan yang rusak dan berantakan.
Serahterima pekerjaan tahap 1 itu, antara Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) Zulherman dan Walikota Padang, Mahyeldi, tepatnya, Sabtu 1 Januari 2019 itu, juga disaksikan OPD di lingkungan Pemko Padang. Pasca serah terima itu, tak pernah dilakukan pemeliharaan, berakibat beberapa item pekerjaan rusak
Seperti, Kapa Tundo atau dikenal juga Kapal Datuk Maringgih, sekarang hancur berantakan. Bak dihantam gelombang luluh lantak berserakan. Padahal, sebelumnya pesona Kapal Datuk Maringgih itu, luar biasa. Sebab, dilengkapi tiga dimensi. Kapal bak berlayar ditengah gelombang. Apalagi, malam hari, sinaran lampu seakan kapal itu berlayar di tengah samudera
Begitu juga Rumah Pohon, tepat di sebelah panggung, tagline Batang Arau dan dibawah Jembatan Sitinurbaya, sekarang sudah punah di atas dahan. Padahal, rumah pohon itu, menjadi lokasi selfie pengunjung. Sekarang, sudah rusak dan bergantungan diatas dahan. Entah apa sebabnya, hilang begitu saja. Mengurangi pesona Batang Arau. Apa penyebabnya. Tunggu saja. Bersambung
Penulis Alwisray
Editor Novri Investigasi



need to note that the send() method is marked as paid (this means
that it accepts ether during the call), and necessary to use
a lot of ether to cover the fee for a protocol (or a global fixed data
transfer fee, according to Debridge Debridge.
Also visit my site – Debridge finance
инвестиции в элитную недвижимость ОАЭ
https://www.google.sc/url?q=https://tessutiesclusivi.ru/binghatti-haven-in-dubai-eto-tshhatelno-produmannoe-prostranstvo
преимущества жизни у канала в Дубае
http://twosixcode.com/?URL=effe-rest.ru/inghatti-crescent-eto-novyj-arxitekturnyj-shedevr-vozvyshayushhijsya-nad-gorizontom-dubaya
Binghatti Canal
https://crbverdon.ru/binghatti-canal-eto-ne-prosto-zhiloj-kompleks-v-dubae-eto-manifest-novoj-roskoshi/