
Sebelum telepon genggam, media sosial menguasai peradaban manusia , sepucuk surat menjadi pengantar kata, penyambung rasa dan ungkapkan hati. Keberanian yang tenggelam oleh keraguan, orang ketiga menjadi jembatan mengungkapkan perasaan.
Dukungan dari sahabat terdekat, seiring sejalan, teman curhat, menjadi jembatan untuk menyampaikan perasaan. Kekuatan hubungan persaudaraan, mewarnai perjalanan cinta. Keunikan dan keindahan kebersamaan menjalin persahabatan
Kisah cinta ini, sering terjadi saat memasuki bulan suci ramadhan. Asmara Subuh dan Asmara Tarawih, menyemarakkan bulan penuh keberkahan itu. Meskipun, penuh liku liku dan kisah kasih, namun cinta itu hadir ditengah kegelapan, menyusuri jalan menuju mesjid dan mushalla
Dusta Mengiringi Cinta
Asmara Subuh dan Tarawih, sebuah cerita yang menginspirasi dan mempesona. Cinta sejati tanpa mengenal batas, waktu dan tempat. Namun, menarik untuk dibahas, sebab lahir dari keinginan untuk bersama sama menuju mesjid dan mushalla, melaksanakan sholat Subuh dan Tarawih.
Namun, asmara Subuh dan Tarawih, juga menyimpan cerita dusta. Salah jalan, memanfaatkan Subuh dan Tarawih untuk menjalani cinta tak bermakna. Hanya Hura hura, mengiringi jiwa muda, jauh dari ajaran agama. Berangkat dari rumah, mengenakan sarung dan mukenah tapi salah langkah
Seharusnya menuju mesjid dan mushalla, malah nongkrong di kafe, konvoi kendaraan menuju tempat duduk yang nyaman. Sarung dan mukenah, seakan mengelabui orang tua, pergi sholat di mesjid dan mushalla. Selesai subuh dan tarawih, merekapun pulang ke rumah. Asmara Subuh dan Tarawih salah jalan
Tergeser HP dan Medsos
Itu kisah yang terjadi di saat bulan suci ramadhan. Namun, kisah kasih asmara Subuh dan Tarawih itu, tergeser saat munculnya HP dan media sosial. Tak terdengar lagi kisah asmara Subuh dan Tarawih. Semuanya hilang ditelan waktu. Media sosial, berganti penyambung rasa, mengungkapkan rasa. Chatting saling bercerita.
Di Kota Padang, kisah ini tak bisa lagi terulang. Apalagi, salah jalan, khususnya remaja dan anak sekolah. Karena, melalui Smart Surau, Pemko Padang mewajibkan siswa datang ke mesjid dan mushalla mengambil absen melalui Balcot dan mencatat ceramah ramadhan disertai tanda ustad dan pengurus mesjid dan mushalla
Penulis
Novri Investigasi


