
Tiga bulan, pasca bencana banjir dan longsor, Banda Gadang, masih tertimbun sedimen
Banjir dan longsor awal November 2025, mengakibatkan rumah rusak parah
Begitu juga pandam kuburan masih berbalut tanah dan longsor
Banjir dan longsor itu, meluluhlantakan Banga Gadang, Kecamatan Nanggalo
Sampai sekali suasana masih mencekam, termasuk di perumahan Griya Banda Gadang
Lingkungan rata dengan tanah dan kehilangan jejak batas perumahan dan perkampungan
Pandam kuburan tertutup timbunan tanah yang belum dibongkar
Biasanya, sebelum puasa, warga membersihkan pandam kuburan
Namun, tahun ini meninggalkan duka warga. Kuburan tertimbun sedimen.
Termasuk pandam kuburan suku Caniago Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo
Untuk menyelamatkan kuburan itu, warga melakukan pembatasan.
Tujuannya, agar tak kehilangan jejak tanah kuburan mereka yang rata dengan tanah
Arman, seorang peziarah, terpana melihat kondisi pandam kuburan keluarganya.
Akankah sejarah hilang begitu saja, setelah peristiwa banjir beberapa bulan yang lalu.
Menghilangnya pandam kuburan, mereka hanya melihat gundukan tanah
Begitu juga kayu gelondong berbagai ukuran, masih menutupi lokasi itu
Akankah hilang jejak keluarga kami, ujar Arman sembari melihat pandam kuburan keluarganya
Bersama kaumnya Armen tak ingin kehilangan jejak pandam kuburan
Ia bersama warga membuat batas pandam kuburan agar tak kehilangan jejak
Meski, sulit membongkar timbunan menutupi pandam kuburan dan perumahan
Ia berharap agar Pemko Padang, mau membantu. Kalau tidak pandam kuburan ini akan hilang.
Namun, ia tetap berupaya agar kuburan itu, bisa diselamatkan
Walau harus membongkar dengan cara manual menggunakan skop dan cangkul
Ini dilakukan agar makam keluarga tak hilang begitu saja dan tertimbun tanah selamanya


