
Menarik pembahasan Piala Adipura, sebab ada indikasi rekayasa dan kepura puraan. Jelang penilaian, full kebersihan dilakukan. Bahkan, semua pasukan oranye dikerahkan. Apalagi, penilaian Adipura komponen sampah sebelumnya 30 persen, nilainya naik menjadi 70 persen
Penilaian
Adipura tahun 2025 akan fokus pada sistem dan data berbasis indikator kota bersih, hijau berkelanjutan. Konsep dasar Adipura 2025 adalah “Indonesian Bersih dan Bebas Sampah 2025”. Kata berkelanjutan, bukan dilakukan saat penilaian. Tapi konsisten melakukan kebersihan kota. Bukan, setelah penilaian, semua kembali seperti biasa. Sampah berserakan dimana
Terkait kebersihan yang 70 persen komponen penilaian, bisa saja dipacu saat penilaian. Mengerahkan tenaga dan pikiran, demi meraih Adipura. Walau itu, hanya sementara. Namun, alam tak bisa berdusta. Alam akan bicara berdasarkan fakta apa adanya. Sampah berserakan kembali pasca penilaian. Alam akan mengkalibrasi apa yang kita lakukan.
Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, bertujuan untuk mendorong kepemimpinan dan pemerintah daerah kabupaten/kota serta membangun partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk berperan serta menselaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial, fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik
Bukan Sekedar Penilaian
Diakui, pasca lebaran Idul Fitri, pasukan oranye, bak pasukan perang membersihkan Pantai Padang. Warna oranye menemani deru ombak, sembari membersihkan sampah yang berserakan di pantai. Mereka juga bergerak cepat melakukan cat ulang fasilitas umum, sehingga terlihat bersih dan ‘mancilak’. Bahkan, disetiap sudut perkotaan, pasukan oranye, sibuknya luar biasa. Tak ada sampah yang tersisa.
Hitam putih mewarnai trotoar, termasuk marka jalan. Pagar dicat dan jembatan tertata rapi. Pantai Padang, ‘bak anak gadih sadang basolek’. Entah, karena penilaian Adipura atau menyambut idul fitri, aura Pantai Padang, sangat luar biasa. Itupun tak berlangsung lama, Pantai Padang menjalani rutinitas seperti biasa. Tak ada pasukan oranye berjalan diantara deru ombak dan pasir yang luas membentang
Alam kembali melihatkan wajah asli, tak ada dusta kebohongan yang diciptakan. Seadanya dan melihatkan bukti nyata. Inilah apa adanya, tanpa berbalut dusta. Tapi, biarlah waktu yang menentukan. Piala Adipura, bukan Adi Pura Pura. Dan, alampun tak bisa berdusta menyembunyikan fakta. Kedepan kita berharap, kebersihan Kota Padang, betul betul terjaga. Sehingga ‘Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2025,’ khususnya di Kota Padang Kota Tercinta, Kujaga dan Kubela, bukan sebuah retorika. Semoga
Penulis
Novri Investigasi


