
PADANG, INVESTIGASI_Perbaikan Jembatan Gunung Nago, memang penuh resiko. Membongkar papan menutupi jembatan. Berjalan diantara besi yang melintang. Derasnya air menunggu dibawah, menjadi penghalang dalam bekerja. Jika tidak hati hati badan bisa celaka
Tapi, melihat cara kerja dilapangan, terkesan profesional. Tak gamang, berdiri dan berjalan kokoh diantara besi sembari membongkar papan lama yang melintang. Kerjasama satu pekerja dengan pekerja lagi, membuat pekerjaan menjadi mudah
Wajar saja, harapan warga yang membutuhkan jalan itu, tertumpu pada pekerjaan. Dan, berharap jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga itu, cepat selesai
“Jembatan ini sangat vital, karena jalan pintas bagi warga untuk memperpendek perjalan dari Kecamatan Kuranji ke Kecamatan Pauh V Kampus Unand. Jembatan ini, merupakan urat nadi perekonomian warga,” kata Ardi pemuda setempat
Sebelumnya, kata Ardi, warga membutuhkan 45 menit antara Pauh dan Kuranji. Sekarang dengan adanya jembatan tersebut, dapat disingkat menjadi 15 menit.
Ia juga menyebutkan,
jembatan tersebut menjadi jalur penghubung tercepat antara Kecamatan Pauh dan Kuranji. Namun kondisinya sangat mengkhawatirka.” Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang,” katanya .
Diakuinya, intensitas kendaraan yang melewati jembatan tersebut setiap harinya terus meningkat, terutama pada jam-jam masuk dan pulang kerja.
Namun dengan mulai banyaknya lempeng besi baja yang menempel pada dasar jembatan tersebut akan membahayakan pengendara yang melintas.” Sekarang warga merasa lega, sebab tak berapa lagi, bisa menikmati jembatan yang sedang dalam perbaikan itu,” ulasnya
Ia juga memuji pekerja yang bergerak lincah membongkar jembatan itu. Seakan profesional, padahal bahaya siap menghadang. “Harapan kami warga, semoga cepat selesai. Dan, terima kasih kami kepada Pemko Padang melalui Dinas PUPR yang telah memperbaiki jembatan ini,” katanya mengakhiri
Penulis
Novri Investigasi


