
PADANG, INVESTIGASI_Pasca bencana, menyisakan duka dan lara. Lepas dari bahaya banjir dan longsor, belum akhir sebuah derita. Terkurung sedimen longsor dan banjir, tak ada tempat berteduh, makanan dan minuman tak tersedia. Menambah duka, warga terdampak bencana
Tak ingin warga larut dalam duka yang mencekam. Tak tersedia air bersih memenuhi kebutuhan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, dibawah Nakhoda Hendri Viton, berjibaku sampai larut malam.
Beberapa lokasi terdampak bencana disasar, agar suplay air bersih lancar. Berdasarkan data akurat yang didapat, tim BPBD datang ke lokasi sampai larut malam. Tak kenal lelah, meski harus melawan rasa kantuk yang melelahkan mata, ada beberapa daerah yang rawan, perlu suplay air bersih
Seperti di Wisma Indah V, RW 10 dan 11, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah sebanyak 15 rumah. Jalan Manado K No 4, RT 03, RW 16, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo. Asrama TNI AD Lapai RT 04 RW 05, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo
“Tim BPBD Kota Padang, tak kenal lelah, berjuang sampai larut malam, demi memebuhi kebutuhan air bersih yang terdampak bencana,” kata Hendri Zulviton, Kepala BPBD Kota Padang, seraya mengatakan, anggota dilapangan berjibaku, tanpa kenal lelah
Data Korban Terdampak Bencana
Dari data, informasi dan rekapitulasj dampak bencana dari BPBD Kota Padang. Korban jiwa meninggal 12 orang, mengungsi 2.186 orang. Perkiraan kerusakan infrastruktur mencapai Rp241.939.644.953,00.
Sementara, tempat pengungsian, Kecamatan Koto Tangah 391 jiwa, Kecamatan Nanggalo 835 jiwa, Kecamatan Kuranji 173 jiwa, Kecamatan Lubuk Kilangan 36 jiwa dan Kecamatan Pauh 751 jiwa. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


