
Sore itu, cuaca cerah. Langit tak berawan, tak ada tanda turun hujan. Dan, tak ada kecemasan, disebabkan hujan beberapa di Kota Padang ini, mengakibatkan longsor dan banjir bandang. Padat kendaraan lalu lalang dan parkir dipinggir jalan. Rami pengunjung, ingin menyaksikan keindahan mata hari terbenam.
Dipenghujung pantai, tepat dibelakang Hotel Pangeran. Ada peristiwa menarik, terjadi dan disaksikan banyak mata. Tumpukan kayu ‘parkir dibibir’ pantai, menari nari di deru ombak. Layaknya, anak anak main ombak. Tapi, tak seriang anak anak bermain, kayu itu terasa kaku, tak ada gelak canda. Kumuh, jorok dan tak indah dipandang mata
Tanda tanya, bergayut, melihat banyaknya kayu yang parkir dan menari itu. Siapa pemiliknya. Sebab, diprediksi, bukan tak bertahan atau pohon tumbang disaat longsor. Tapi, terlihat bekas tebangan dan hasil pemalakan liar. Pesan tersirat, kayu gelondongan itu, menguak tabir gelap adanya dugaan praktik ilegal logging
Jumlah Besar Menuai Sorotan
Sungguh luar biasa teramat luar biasa. Diluar logika, kok bisa sebanyak itu, tumpukan kayu gelondong berserakan sepanjang garis pantai. Disebut juga, kayu gelondong, bak buih di lautan itu, seolah menjadi ‘barang bukti’ yang menyimpan misteri selama ini. Dan, puncak banjir Rabu dan Kamis, seakan mengungkap fakta, ada masalah besar di hulu
Keberadaan kayu brondong disepanjang bibir Pantai Padang itu, menuai sorotan dan tanda tanya, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Bahkan, ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas. Sebab, ia mengindikasikan pemalakan liar. Apalagi, tumpukan kayu itu, bekas dichainsaw (sinso) yang rapi.
Apa yang dikatakan Muharlion ada benar. Logikanya, kalau berpikir dengan akal sehat, ohon tumbang tak mungkin sebanyak itu. Kayu kayu yang sudah ditebang diatas bukit pun ikut dihanyutkan. Biasanya, memang ada kayu hanyut kalau banjir, tapi jumlahnya tak masuk akal, diluar logika. Hampir sepanjang pantai penuh pantai kayu gelondong. Ini bukan sekedar bencana alam. Tapi, perusakan alam dan pemalakan. Kok bisa ini terjadi?
Perhatian Serius Berbagai Pihak
Banjir yang terjadi di Kota Padang, mengingatkan kita, tumpukan kayu tersebut adalah material yang terbawa oleh arus banjir yang lebih kuat dari daerah hulu ke hilir. Kehadiran jumlah kayu yang masif, menunjukkan betapa dasyatnya bencana yang terjadi. Bukan sekedar pohon tumbang, tapi sudah mengarah dugaan penebangan liar.
Fenomena yang bicara ini, jawaban tanda tanya dari krisis lingkungan. Dimana, eksploitasi hutan di hulu, menyebabkan konsekwensi bencana yang terlihat jelas di wilayan pantai. Ini perlu perhatian serius dari berbagai pihak. Bencana alam yang terjadi di Kota Padang, bukan saja mengungkap tabir gelap, adanya dugaan ‘pemalakan liar, tapi juga mengingatkan kita agar lebih peduli lingkungan.
Penulis
Novri Investigasi


