
Pasaman Barat, Investigasionline– Polres Pasaman Barat kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau.
Kegiatan kali ini berlangsung di halaman kantor Koperasi Petani Sawit (KPS Indah) Plasma Tiga, Jorong Bukit Nilam, Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Sabtu (20/9/2025).
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K melalui Kabag OPS Kompol Muzhendra menjelaskan, kegiatan pangan murah merupakan wujud nyata Polri hadir di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok.
Menurutnya, harga beras SPHP yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasar. Paket 5 kilogram hanya Rp63.000, sementara harga pasar mencapai Rp15.000–Rp18.000 per kilogram. Target utamanya adalah rumah tangga miskin (RTM) dan keluarga penerima manfaat (KPM).
Antusiasme warga terlihat tinggi. Dalam hitungan jam, dua ton beras SPHP ludes terjual. Warga datang dengan membawa kartu keluarga atau KTP sebagai syarat pembelian.
Tak hanya membuka stand, Kompol Muzhendra bersama personel Polres Pasbar bahkan mengantarkan langsung beras ke rumah warga. Layanan ini diberikan khusus bagi masyarakat lansia, ibu rumah tangga, serta warga yang berjalan kaki dari jarak cukup jauh.
“Bagi yang pulang jalan kaki, kami antarkan ke rumahnya. Sedangkan bagi yang menggunakan motor, beras langsung kami naikkan ke kendaraannya,” ujar Muzhendra.
Ia menegaskan, program pangan murah akan terus digelar di sejumlah lokasi secara bergiliran. Polres Pasbar juga menggandeng pemerintah nagari serta tokoh masyarakat untuk memastikan beras tepat sasaran tanpa celah penyelewengan.
Masyarakat mengaku sangat terbantu. “Harganya lebih murah dari warung, apalagi diantar langsung ke rumah. Terima kasih Polres Pasaman Barat,” ungkap Ita, warga Jalur 10 Plasma Tiga.
Warga berharap program ini berkelanjutan agar ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga, sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah. Fat


