
Memalukan, meresahkan dan merusak artis minang. Eskostis, vulgar dan tak beretika, membuat gempar ranah minang. Viral video vulgar disebuah hajatan, membuat semua pihak meradang. Tak pantas, tak senonoh, merusak Ranah Minang dengan filosofis, Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah
Orgen tunggal menampilkan penyanyi saweran, tak beretika dan berpenampilan vulgar itu, menuai kecaman Edi Cotok, Ketua Orgen Tunggal Sumbar (OTS). Dengan wajah ia mengatakan, ibo hati mancalik video vulgar yang viral itu.
“Sungguh tak mencerminkan artis minang yang bergoyang dan berpenampilan seksi ditengah keramaian. Ini perlu dibahas, agar peristiwa memalukan ini tak terjadi lagi,” kata Edi Cotok yang juga Ketua Harian Seniman Minang Indonesia (SMI)
Harapan Edi Cotok, ditanggapi serius Komisi 1 DPRD Kota Padang. Buktinya, melalui Ketua, Muharlion, mengundang Orgen Tunggal Sumbar (OTS) untuk rapat kerja, membahas viral video vulgar di hajatan warga itu
Rapat dilaksanakan, Senin (21/4), pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Kota Padang itu, membahas viral video vulgar hajatan warga di kawasan Kecamatan Lubuk Begalung yang meresahkan warga dan mencoreng nama baik Kota Padang
Musik DJ Itu di Pub atau Diskotik
Adegan eksotis, menampilkan penyanyi berpakaian seksi, juga disebabkan acara pesta pernikahan itu, menggunakan musik DJ (Disc Jockey). Musik DJ berirama cepat dan energi ini, mengundang orang untuk bergoyang. Kerlip lampu dikeremangan malam memicu orang berbuat tak senonoh
“Musik DJ memiliki irama cepat dan energi ini, membuat penonton bergerak mengikuti irama. Keremangan malam diantara kerlap kerlip lampu, penyanyi berpakaian seksi bergerak diantara tamu berharap saweran. Musik DJ ini, penyebab terjadi adegan tak pantas di pesta pernikahan,” kata Novri Investigasi
Ia juga mengatakan, musik DJ itu, tempatnya di pub dan diskotik. Tidak saja menyediakan minuman keras, juga menyediakan ladis berpakaian seksi, vulgar dan tak senonoh untuk melayani tamu. Mereka bebas berbuat, karena diruang tertutup.”Musik DJ itu, tempatnya di diskotik atau pub, bukan dipesta pernikahan,” katanya mengulangi
Kedepan Novri berharap, tak ada lagi musik DJ dipesta pernikahan. Karena, menyediakan penyanyi saweran dan irama musik memancing penonton bergoyang. Apalagi, pancingan penyanyi saweran, membuat susana semakin tak karuan. Tak beretika berbuat senonoh ditengah pesta,” kata Novri sembari mengatakan, semua ini akan dikupas pada rapat bersama Komisi 1 DPRD Kota Padang. Nv


