
CAtatan Ringan: Richard, Akb
Ulek Bulu merupakan jenis binatang serangga, bertubuh kecil, berbulu.
Tubuhnya kecil, tetapi daya sengat nya cukup.siginificant, bisa membuat manusia gatal gatal sepanjang hari, bahkan lama, atau bisa sakit dan bikin trauma manusia.
Manusia tidak suka memelihara ulek bule, karena tidak ada keuntungannya.
Kecuali anjing, kucing, .beruk/ baruak, burung dan jenis binatang lainnya.
Kucing adalah binatang kesayangan Nabi, karena memiliki kekhasannya, seperti memberikan banyak tanda tanda peringatan kewaspadaan bagi manusia yang memiliharanya, serta bisa mengamankan rumah dari merajalelanya tikus, dan lainnya.
Begitu juga anjing, binatang peliharaan itu bisa menjaga rumah, berburu dan bisa pula menyenangkan tuannya, seperti terlihat di luar negeri, bercinta cintaan dengan anjing peliharaan.
Anjing katanya Najis, tetapi apa boleh buat, terlanjur sayang ?.
Beruk/ baruak, binatang buas bisa di pelihara untuk berusaha, mencari duit, seperti panjat pohon kelapa. Meskipun mereka sering mencibir dan menyonggengkan pantatnya/ ekornya kepada manusia, tetapi berguna juga.
Lain lagi ceritanya dengan burung, binatang ini sudah menjadi peliharaan manusia meskipun harganya ada yang mencapai selangit.
Apa yang menarik dari burung. Mungkin hanya sekedar mendengar bunyi bunyian / kicauan suaranya yang indah dan merdu dan pemiliknya bisa pula bersiul dengan burungnya, hiburan menghilangkan stress, bahkan bisa pula dipertandingkan, mendatangkan ampau.
Lalu ada apa dengan ulek bule, yang begitu jadi pameo di Ranah Minang.
Ulek Bulu tu jenis binatang serangga, yang sangat bersahabat dengan manusia
Kadang kadang tanpa diundang mereka, bertengger saja di tubuh manusia, seperti di kaki, punggung, leher, badan, dan sebagainya.
Meskipun sudah dibuang,, makhluk gatal itu datang juga dan bertengger di tubuh manusia secara tiba tiba
Kenapa binatang kecil itu tidak disukai manusia, karena makhuk itu beraksi diam diam, bisa membuat manusia sakit dan gatal gatal hebat.
Ulek Bulu beda beda tipis dengan hama wereng yang selalu menyerang tanaman padi masyarakat, yg bisa membuat produksi padi/ gabah anjlok.
Namun semenjak ada obatnya/ pestisida yang, rutin di semprotkan ke tanaman padi yang menghijau di sawah, hama wereng mulai cabut/ kabur dari areal persawahan, Ndak seberapa lagi.
Produksi padi semakin meningkat setiap hektarnya .
Seiring dengan perkembangan zaman , ulek Bulu sudah mulai menghilang, apalagi di kota kota besar. Hampir tidak ada ulek bulu.
Entah siapa yang memulai istilah tersebut , di ranah Minang, orang yang suka usil, menyebar info negatif dan adu domba,.kok disamakan dengan ” Ulek Bulu “., padahal ulek bulu tersebut hampir tidak ditemukan lagi saat ini.
Begitulah nenek moyang Minang tempo dulu penuh dengan kata kata ibarat/ persamaan dan kiasan,
Istilah tersebut masih berkembang saat ini.
Alam takambang jadi guru dan pengingat manusia lebih waspada.


