
PADANG, INVESTIGASI_Malam ke 29 Tarawih di Mushalla Al-Mukarramah, Selasa (16/3), ada ikhmah yang dipetik dari tausyiah yang disampaikan Chairil, S.Pdl. Apalagi, menyinggung penghujung ramadhan
Katanya, nikmat itu baru terasa, ketika kita kehilangan atau ditinggalkan. Dan, nikmat ramadhan itu, terasa dipenghujung, karena akan berpisah dan ditinggalkan bulan ramadhan.
Jadi pertanyaan, katanya, apakah kita merasa kehilangan. Karena sebentar lagi ramadhan akan meninggalkan kita. Sebulan kita hanya berpuasa, dipanggil orang yang beriman untuk mencapai ketagwaan. Apakah kita sudah menjadi orang bertaqwa
Begitu juga ramadhan, sekarang sudah meninggalkan kita. Selama ini, kita kerja hanya puasa dan dipanggil orang beriman, demi mencapai derajat menjadi orang yang bertaqwa. Apakah, kita sudah mencapainya?
Untuk menjawab, Chairil menggambarkan tanda tanda puasa kita diterima oleh Allah SWT. Ada tiga tanda tanda itu sebagai pedoman bagi kita
Pertama, semakin berakhir ramadhan, semakin meningkat ibadah kita. 10 hari berakhir ramadhan, makin diperbanyak ibadah. Apalagi, dipenghujung ramadhan, ada malam paling istimewa, malam Lailatul Qadar.
Kedua, mudah membantu orang lain. Mewakaf ketika sempit maupun ketika lapang. Wakaf ini, akan melapangkan kita di alam kubur. Sebab, dalam kubur, yang diminta kembali kedunia hanya demi mewakafkan hartanya
Ketiga, mudah minta maaf dan mudah memberi maaf orang lain. Paling utama sekali, minta kepada kepada kedua orang tua. Tak akan diterima puasa seorang anak, jika tak minta maaf kepada orang tua.


