
Pasbar, Investigasionline– Semangat kebersamaan kembali menjadi potret solidaritas sosial masyarakat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Masyarakat Nagari Koto Sawah, Kecamatan Lembah Melintang, secara swadaya menyediakan material koral timbunan jalan sepanjang 5 kilometer menggunakan lebih dari 80 truk material koral. Aksi kolektif ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Pasaman Barat H. Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan, Jumat (21/11/2025).
Upaya masyarakat Nagari Koto Sawah dalam memperbaiki akses transportasi didasari kesadaran kolektif akan pentingnya infrastruktur sebagai penopang aktivitas ekonomi dan sosial.
Dengan kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang, masyarakat mengambil inisiatif tanpa menunggu proses pembangunan formal dari pemerintah daerah. Langkah ini menunjukkan masih kuatnya nilai partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto dan M. Ihpan, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif tersebut. Menurut mereka, tindakan masyarakat ini tidak hanya mencerminkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan lebih cepat apabila didukung kolaborasi antara warga dan pemerintah.
“Kita patut apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kerja bersama masyarakat Koto Sawah. Dengan swadaya dan komitmen yang luar biasa, masyarakat kembali membenahi jalan demi kepentingan bersama,” ujarnya
Wakil Bupati M. Ihpan, yang dikenal sebagai putra daerah Ujunggading, menambahkan bahwa aksi ini bukan yang pertama kali. Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat secara konsisten memperbaiki jalan ketika kondisi mulai membahayakan pengendara. Menurutnya, tindakan ini merupakan contoh konkrit praktik demokrasi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.
“Ini sangat luar biasa dan pantas diapresiasi. Setiap kali jalan mulai rusak, masyarakat dan para pengusaha langsung bergerak cepat untuk memperbaikinya. Ini menunjukkan kekompakan serta etika sosial yang masih kuat,” ujar Ihpan.
Namun demikian, Pemerintah Daerah mengakui bahwa keterbatasan anggaran saat ini menjadi kendala dalam membangun jalan secara permanen. Kondisi defisit anggaran menyebabkan perencanaan pembangunan jalan Koto Sawah harus dijadwalkan ulang namun telah masuk prioritas pembangunan tahun 2026.
Menanggapi upaya swadaya tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), Bambang Sumarsono, memastikan dukungan dari pemerintah berupa penurunan alat berat grader. Alat ini digunakan untuk meratakan dan memadatkan material koral yang telah ditumpuk masyarakat di sepanjang jalan.
“Kami akan segera tindak lanjuti permohonan dari masyarakat. Pemerintah tentu hadir dan akan memfasilitasi langkah mereka dengan mendatangkan grader dalam waktu dekat,” kata Bambang.
Bambang juga menegaskan bahwa pemerintah telah memasukkan rencana pembangunan permanen jalan Koto Sawah ke dalam program prioritas infrastruktur tahun anggaran 2026. Ia berharap pembangunan jangka panjang ini dapat menjawab kebutuhan transportasi masyarakat secara menyeluruh.
Salah seorang warga setempat, Ita (43), menyampaikan bahwa akses jalan yang baik jelas akan mempermudah kegiatan distribusi barang dagangannya ataupun masyarakat lain. Ia mengatakan kondisi jalan sebelumnya sangat berisiko, terutama saat musim hujan.
“Kalau hujan, jalan ini sangat licin dan banyak lubang jelas akan membahayakan pengendara. Alhamdulillah material sudah di datangkan dan tinggal untuk di ratakan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Andi (43), warga Nagari Ujunggading. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan banyak pihak, sehingga perbaikan jalan melalui swadaya menjadi langkah yang tepat sembari menunggu realisasi pembangunan pemerintah.
“Masyarakat yang melintas di jalan ini tidak terhitung jumlahnya. Semoga kepedulian dan kebersamaan ini tetap terjaga,” katanya.fat


