
Drama Korea, cerita yang selalu ditunggu berbagai kalangan usia. Cerita bersambung itu, tontonan yang bikin ketawa, menangis, bahkan berteriak histeris. Komedi, konflik, romance, Drakor, menjadi satu membuat penonton terhipnotis.
Lupa waktu, lupa makan terlena menyaksikan adegan per adegan. Tontonan menarik jutaan mata yang setia menunggu serial TV/seri web dari Korea Selatan. Namun, lupakan sejenak drama Korea, alihkan pandangan ke Piala Dunia.
Kompetisi 4 tahunan itu, juga mengundang drama, ketegangan, kecewa, gembira dan deraian mata, melihat tim kesayangan tak berdaya. Sebulan penuh menyita waktu. Bahkan, begadang menyaksikan laga dan skill dewa pemain ternama, meski sudah termakan usia
48 Peserta 3 Negara Menjadi Tuan Rumah
Piala Dunia 2026 ini, sangat berbeda. Baik jumlah peserta maupun penyelenggara. Sebelumnya, peserta 32 negara, sekarang membleduk menjadi 48. Gebyarnya semakin membahana, persaingan kian keras untuk mencapai tangga atas. Menariknya, tiga negara dan 16 kota menjadi tuan rumah peralatan akbar selama sebulan ini.
11 Kota di Amerika Serikat, tiga kota di Meksiko dan dua kota di Kanada. Turnamen terakbar di jagat raya ini, berlangsung 11 Juni dan berakhir 19 Juli 2026. Sebelumnya, juga pernah dua negara penyelenggara di Piala Dunia 2002. Jepang dan Korsel.
Sekedar informasi, memperkaya literasi. Amerika Utara, sepanjang pergelaran Piala Dunia, sudah empat kali dipercaya menjadi tuan rumah. Tahun 1970 dan 1986 digelar di Meksiko dan tahun 1994 diselenggarakan di Amerika Serikat
Waktu Beda, Dini Hari dan Pagi
Melihat jadwal yang telah ditentukan, pecinta sepakbola seantero bumi, khususnya di Indonesia, harus pandai pandai berbagi waktu. Jika, tak ingin terlewatkan setiap laga, Sebab, jadwal pertandingan berbeda dibeberapa kota. Ada mulai pukul 23.00 WIB.
Dini hari tak ketinggalan menyemarakkan laga. Mulai pukul 00.00 WIB – hingga 03.00 WIB. Pagi pun ditemani laga menarik. Mulai pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB. Dipastikan setiap laga, bakal menganggu pikiran, karena terbentur kesibukan dan pekerjaan.
Namanya pecinta sikulit bundar, demi mengikuti alek akbar tersebut, tentu menyikapi dengan bijak. Sehingga, bisa menyaksikan setiap laga. Terutama laga panas, mempertemukan negara terkuat, kuda hitam maupun calon juara. Jam berapapun, siap hadir di layar kaca, memberi dukungan tim favorit juara
Siapa Juara, Mampukah Menghapus Kutukan?
Ada yang menarik pada pagelaran sepanjang Piala Dunia dilaksanakan. Kutukan, tim di luar Benua Amerika mampu meraih gelar di benua yang dihuni raksasa sepakbola, Brazil, dan Argentina. Sementara, di Benua Eropa, Benua Amerika sukses menjadi juara. Sekarang, saatny negara Benua Eropa menghapus kutukan, sekaligus memutus mata rantai kedigjayaan benua Amerika
Tentu menarik menanti pada Piala Dunia 2026 ini. Apakah, dari Amerika Selatan, kembali menorehkan tinta emas melanjutkan masa keemasan, juara di benua sendiri. Atau sejarah baru tercipta, negara luar Amerika Selatan yang akan menjadi juara. Bukan mengecilkan negara dari Benua Asia dan Afrika, sangat sulit menembus superior Eropa dan Amerika.
Entah tahun 2026 ini. Apalagi, negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Jerman, Fortugal, Prancis, punya ambisi lepas dari kutukan dan menjadi negara pertama juara di Benua Amerika. Kita tunggu saja. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi
Wartawan Utama


