
Bicara masalah Jembatan Lolong, terlalu panjang untuk dikupas. Jika, didengar cerita, jembatan itu, fungsinya luar biasa. Sayang, sekarang jadi biasa, karena di luar menjadi bahan cerita. Sudah terbengkalai, besi pagar pun hilang. Sehingga, Jembatan Lolong itu, terlihat bolong
Awalnya, jembatan itu dibangun, sebagai penghubung jalan sepanjang 26 Km (Teluk Bayur – BIM). Mengurai kemacetan, terutama pada jam sibuk. Harapannya, arus lalu lintas dari pusat kota menuju BIM, membutuhkan akses cepat dan tak terganggu. Sekarang, tinggal cerita. Bak, ‘kasih tak sampai’ jembatan itu terbengkalai.
Besar harapan, jembatan itu, juga berfungsi sebagai jalur evakuasi bagi warga Kota Padang. Bahkan, bagian dari rencana pengembangan wisata, terutama pesisir pantai Kota Bingkuang ini. Harapan tinggal harapan, rencana tinggal rencana. Ya, begini jadinya. Tanpa pesan dan kabar berita, ditinggal begitu saja
Bagian Pencitraan Saat Pilkada
Secercah harapan , jalan yang terbengkalai itu, akan dilanjutkan. Ini terungkap, sebelum Pilkada 2024, tepatnya Bulan Agustus 2024. Pemprov Sumbar, berjanji akan melanjutkan. Melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), telah menurunkan tim ke lokasi dan melakukan pengecekan lapangan.
Tim Dinas BMCKTR, dipimpin Kabid Adratus Setiawan, didampingi Jabatan Fungsional Jalan Jembatan, PPKOM Perencanaan Jalan Provinsi, PPKOM Pengadaan Lahan dan Konsultan Coreteam. Saat itu, Mahyeldi, tanpa sungkan dan terlihat serius mengatakan, hasil pengecekan dilapangan, jalan ini akan dilanjutkan
Rencananya, pembangunan jalan dilakukan satu jalur dari Jembatan Lolong belakang Hotel Pangeran ke arah Simpang Transito Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara. Pekerjaan diperkirakan sepanjang lebih kurang 500 meter.
Bahkan, pedoman penganggaran dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas BMCKTR Sumbar 2025. Ditunggu tunggu tak kunjung jua dilanjutkan. Bahkan sudah Bulan September 2025, tak ada tanda tanda, pembangunan jalan dan jembatan tahun 2016 hingga 2019, akan dilanjutkan.
Pupuslah harapan, putus ditengah jalan. Apakah, ini pencitraan semata, saat Pilkada. Atau bisa juga batal, alasan efesiensi anggaran. Apapun alasan, kelanjutan jalan dan jembatan itu. batal dilaksanakan. Dan, menambah daftar panjang proyek yang mangkrak di Sumbar.
Pagar Besi Hilang dan Bolong
Diakui, dengan dibangunya jembatan dan jalan ini, akan memancarkan pesona luar biasa. Menarik minat wisatawan memandang keindahan Pantai Padang dari jembatan. Menikmati matahari terbenam dan birunya lautan mengarah ke Samudera Hindia. Di jembatan ini, juga bisa menyaksikan keindahan kolam renang di Hotel Pangeran
Sayang seribu sayang, harapan kini melayang. Jalan yang dijanjikan untuk dilanjutkan pekerjaan, pupus ditengah jalan. Jangankan untuk dilanjutkan, malah makin tak karuan. Beberapa besi pagar, sudah raib diambil orang. Jembatan Lolong itu, terlihat ompong. Sampai sekarang tak dilakukan perawatan atau perbaikan. Entahlah
Penulis
Novri Investigasi


