
Pasbar, Investigasionline- PLT, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Pasaman Barat bersama jajaran turun langsung meninjau kondisi jalan putus menuju Trans Aek Nabirong, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (13/12/2025). Jalan yang tergerus longsor itu diperkirakan sepanjang 100 meter dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.
PLT, Kepala Dinas PU-PR, Bambang Sumarsono, mengatakan penanganan darurat sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap memiliki akses, setidaknya untuk kendaraan roda dua. Menurutnya, jalur tersebut vital bagi aktivitas harian warga.
“Pengerjaan harus segera dilakukan walau sementara, minimal bisa dilalui sepeda motor. Ini penting untuk anak-anak sekolah dan petani agar bisa mengeluarkan hasil tani,” ujar Bambang di lokasi.
Di Trans Aek Nabirong sendiri terdapat sekitar 300 kepala keluarga yang terdampak langsung. Sejak akses utama terputus, mobilitas warga menjadi sangat terbatas dan berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Bambang menegaskan, jalur alternatif yang saat ini digunakan warga tergolong berbahaya. Kondisi medan yang licin dan sempit serta hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, meningkatkan potensi kecelakaan, terlebih saat hujan turun.
Ia juga mengatakan, akan berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Pasbar, memastikan akan mengupayakan langkah cepat, baik penanganan darurat maupun perencanaan perbaikan jangka panjang, agar akses warga Trans Aek Nabirong kembali normal dan aman dilalui.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang didampingi Kepala Bidang PSDA, Harmen, Kepala Peralatan Andi Marta, serta sejumlah staf teknis, Darmawan, Yusrizal Bela, Taslim, dan Iqbal Arnas.
Turut hadir UPT PU-PR Silaping, Defrizal, yang memaparkan dampak sosial akibat terputusnya jalan tersebut. Ia menyebutkan, warga terpaksa memutar jauh melewati kawasan perusahaan kelapa sawit.
“Anak-anak sekolah dan masyarakat sangat kesulitan keluar masuk. Harus berkeliling melalui area perusahaan sawit, itu pun tidak mudah dan cukup berbahaya,” kata Defrizal.
Berdasarkan keterangan Dinas PU-PR, longsor yang memutus akses jalan ini terjadi sejak minggu ketiga November lalu. Hingga kini, belum ada penanganan permanen karena keterbatasan alat dan kondisi cuaca. fat


