

PADANG, INVESTIGASI_Lama sudah, kayu itu ditancapkan warga untuk menutupi lubang plat duiker. Tidak sama mempersempit jalan, lubang plat duiker, juga rentan bahaya. Apalagi, disekitar plat duiker itu, jalan juga rusak dan berlubang. Sempitnya jalan, akibat kayu di badan jalan itu, mengakibatkan kemacetan, sebab harus antrian melewati jalan sempit itu
Lubang plat duiker, sampai sekarang tak diperbaiki. Padahal, sudah lama terjadi. Sementara, Dinas PUPR Kota Padang, terkesan tutup mata.”Haruskah menunggu korban dan viral dulu, jalan berlubang dan lubang plat duiker itu, baru diperbaiki,” kata Wan, pengendara roda empat, kepada media ini, Senin (1/4) dilokasi jalan tersebut
Lubang plat duiker, berjarak 100 meter dari Jalan Raya Teluk Bayur dan masuk Simpang Kampung Jua itu, juga dilewati kendaraan bermuatan berat. Apalagi, mobil tanki minyak, hampir tiap hari melintasi jalan itu. “Suasana semakin mencekam, saat malam. Sebab, lokasi tersebut, kurangnya penerangan,” katanya.
Yang ditakutkan emak emak dan anak juga sering membawa kendaraan roda dua melewati jalan tersebut. Kurang hati – hati akan terperosok lubang yang ditutupi kayu itu.”Ya, sebelum jatuh korban, sebaiknya Pemko Padang melalui Dinas PUPR memperbaiki. Jangan viral dulu, baru diperbaiki,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Andre Algamar, saat dikonfirmasikan via WA nya, Senin (1/4), mengatakan, akan segera diaksi dan dirapikan. “Saya teruskan ke Dinas PU,” katanya. Sementara, Kadis PU dikonfirmasikan waktu bersamaan, tak ada tanggapan sama sekali, sampai berita ini diturunkan. Nv


