
Meski jarang bertemu, bertatap muka dan bertegur sapa, namun ada chemistry yang terjaga. Persahabatan tak terpisah oleh kesibukan. Persaudaraan tak terhalang profesi. Mengalir bagaikan air, mengalir jernih dari hulu ke muara. Baginya, kebahagian, jika bisa membuat orang lain bahagia
Jalin erat persahabatan dan kebersamaan. Dan, kita tak akan pernah bekerja sendiri, jika berpegang teguh pada nilai persahabatan dan kebersamaan. ‘ Barek samo dipikua, ringan samo dijinjang’ Memuluskan langkah menuju keberhasilan. Filosofis Minang menuntun kita, pentingnya bekerjasama dan sama sama kerja
Begitu juga dalam mengelola sepakbola, tidak bisa bekerja sendirian. Bahu membahu, seiring sejalan, seniat setujuan, harus ditanamkan. Ibarat strategi di lapangan hijau. 11 pemain bagaikan orkestras. Berbagai alat musik bergabung menjadi satu, menciptakan irama yang enak didengar dan sejuk ditelinga
Jika satu saja, alat musik tak seirama, akan menganggu kemerduan dan alunan suara. Begitu juga sepakbola, 11 pemain dilapangan harus bekerjasama untuk menciptakan permainan indah. Jika satu posisi bermasalah, akan mengacau ritme permainan. Chmestry pemain. harus terjaga sampai pluit panjang ditiup
Mengurus Sepakbola dengan Hati
Ada pesan menarik dari Putra Kuranji ini. Untuk mengurus sepakbola haruslah dari hati. Bukan sekedar pencitraan di lapangan hijau, tak peduli apa yang dilakukan tak berujung prestasi. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan, ketulusan, keikhlasan menyertai langkah, semuanya akan bisa dicapai dengan mudah. Apalagi, diiringi semangat pantang menyerah
Inipun dibuktikan saat memimpin Askot PSSI Kota Padang. Bukan sekedar menyandang jabatan, bukan sekedar menambah daftar panjang data diri. Tapi, sebuah amanah yang harus dijalani dari hati. Alhasil, kompetisi yang bertahun tahun mati suri, bergulir kembali. Semarak sepakbola bergelora diberbagai jenjang usia
Namun, ada yang menganjal dihati Mastilizal Aye, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang. Sebagai insan sepakbola dan menjadikan lapangan hijau rumah kedua, ia masih bertanya tanya, pengelolaan PSP Padang, klub legenda yang lama tidur panjang. Harapannya, Pandeka Minang, kembali bangkit, masih sebatas harapan. Belum terlihat keseriusan.
Bukan tanpa alasan. Ini terlihat dari cuitan di laman FB nya. Ada kalimat penuh makna dan menyimpan tanda tanya. Lebih baik menepi, daripada berurusan dengan mereka yang tak nengerti dan tak peduli. Kalau tak respon, biarlah urus sepakbol rekreasi. Dan, ia berharap semoga bangun Pandeka Minang. Kalimat itu, menyimpan kegundahan dengan kondisi PSP Padang saat ini.
Catatan
Novri Investigasi
Wartawan Utama


