
PADANG, INVESTIGASI_Ada yang berbeda dalam kejuaraan pencak silat di Kota Padang. Pertama kali dalam dunia persilatan. Sang juara dapat hadiah, satu unit sepeda motor.
Ketua KONI Kota Padang, Erianto, mengaku cukup kaget dengan hadiah tersebut. Menurutnya, baru kali ini sebuah kejuaraan pencak silat di Padang memberikan hadiah utama sepeda motor.
“Ini baru pertama kali terjadi. Juara pencak silat mendapatkan hadiah sepeda motor. Mudah-mudahan hadiah yang cukup menarik ini semakin menambah motivasi pesilat dalam bertanding,” ujar Erianto saat membuka kejuaraan pencak silat di GOR PT Semen Padang, Kamis (3/9/2026).
Erianto menilai, kejuaraan seperti ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet, terutama pesilat usia muda. Karena itu, ia berharap kegiatan yang diprakarsai melalui dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang, Devi Febrida, tersebut tidak berhenti tahun ini.
“Ya, kita berharap tahun depan berlanjut dan digelar setiap tahun. Potensi atlet muda harus terus dibina. Ini penting untuk kemajuan pencak silat Kota Padang,” katanya.
Ketua Panitia, Syafrizon, mengatakan kejuaraan berlangsung 3 hingga 5 September 2026 di GOR PT Semen Padang. Pesertanya berasal dari berbagai perguruan pencak silat di Kota Padang.
“Tujuan utamanya pengembangan dan pembinaan atlet. Kita berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet muda berprestasi,” ujarnya.
Ketua IPSI Kota Padang, Buya Zulhardi Z. Latif, mengapresiasi dukungan Devi Febrida sehingga kejuaraan tersebut dapat terlaksana, termasuk penyediaan hadiah utama sepeda motor.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan Devi Febrida. Mudah-mudahan dari kejuaraan ini lahir atlet pencak silat Kota Padang yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Namun, Zulhardi mengingatkan, menjadi atlet nasional tidak bisa instan. Dibutuhkan latihan bertahun-tahun serta keberanian mengikuti berbagai kejuaraan.
“Untuk menjadi atlet nasional tentu prosesnya panjang. Bertahun-tahun latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Devi Febrida menegaskan pencak silat bukan sekadar olahraga. Cabang ini merupakan bagian dari budaya yang harus terus dijaga keberadaannya.
“Pencak silat termasuk budaya yang harus kita jaga,” katanya.
Kabid Olahraga Dispora Kota Padang, Adlin Gusmar, berharap kejuaraan tersebut menjadi pintu lahirnya pesilat-pesilat muda yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional.(*)


