
Pagi itu, mentari tersipu malu. Cuaca terlihat cerah, secerah hati srikandi oranye Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Tanpa rasa gundah, tak kenal lelah, terus berjuang membersihkan sampah. Meski, meninggalkan anak di rumah.
Menyusuri sepanjang jalan, diantara lalu lalang kendaraan. Diterik panas dan hujan. Satu tujuan, menciptakan kota Padang aman dan nyaman. Disaat yang lain, tidur nyenyak, mereka mulai bergerak. Bermodalkan sapu, membersihkan jalan, merapikan rumput taman
Arahan Kadis DLH, Fadelan, semua instruksi berjalan. Pasukan oranye, menyebar di setiap kota. Pantai, perkantoran, fasilitas umum, pasar, jadi sasaran. Becak motor bergerak menuju rumah warga dan tempat kontainer yang tersedia. Pasukan oranya tersebar dimana mana
Selesai sholat subuh, disaat warga berolahraga, setelah menunaikan kewajiban di mesjid atau mushalla, pasukan oranya sudah mulai bekerja. Jalan dilalui sudah rapi, membuat suasana olahraga pagi, memikat hati. Warga berpeci, berbalut mukenah, semakin bergairah berolahraga di jalan yang bersih, indah berseri, menyambut mentari pagi.
“Beberapa bulan belakangan ini, berolahraga, setelah menunaikan kewajiban di mesjid dan mushalla, jalan dilalui sudah bersih. Pasukan orang, bergerak cepat, meski susana dingin masih menyelimuti gelapnya jalan. Semangat membersikah, setiap jengkal jalan pantas diapresiasi,” kata Upik panggilan akrab wanita yang beralamat di Jalan M. Hatta, Ketaping.
Melihat gebrakan pasukan oranye dibawah kepemimpinan Fadelan, diyakini Piala Adipura, bakal singgah di Kota Padang. Tinggal menunggu waktu, impian itu bakal terwujud. Sebab, kebersihan sudah menghiasi Kota Padang. Sejuk dan nyaman mata memandang. Pasukan oranye pun bertekat mempersembahkan Piala Adipura untuk Kota Padang tercinta
Penulis
Novri Investigasi


