
Catatan Emil Pribadi S.IP:
Kota Padang, adalah ibu kota Provinsi Sumatera Barat (“Sumbar”), berawal dari suatu perkampungan nelayan di muara Batang Arau, di bawah pengaruh Kerajaan Pagaruyung dan Kesultanan Aceh.
Kota Padang berkembang menjadi pusat perdagangan Kolonial setelah VOC (Vereenigde Oostindische compagnie) mendirikan pos dagang pada abad ke-17.
Hari jadi Kota Padang di tetapkan pada 7 agustus 1669, menandai perlawanan masnyarakat terhadap monopoli VOC.
Selama masa Kolonial, Kota Padang tumbuh menjadi kota penting (emas, kopi, rempah-rempah) dan pusat pemerintahan Belanda di Sumatera Barat.
Kota Padang menjadi tempat bermukim berbagai etnis, termasuk Minang Kabau, Nias, Tionghoa, Belanda, India, dan Bugis.
Secara georafi, Kota Padang di kelilingi perbukitan yang mencapai ketinggian 1.853 Meter diatas permukaan laut (mdpl) dengan luas wilayah 694,96 km 2 lebih, dari separuhnya berupa hutan lindung.
Pada 2025 , per 30 Juni 2025, Kota Padang memiliki jumlah penduduk mencapai 954.565 jiwa. meningkat dari tahun sebelumnya
Kota padang merupakan Kota inti dari pengembangan wilayah Metropolitan Palapa(Padang-lubuk alung-Pariaman) adalah wilayah pusat pertumbuhan ekonomi dan konektifitas di Sumatera Barat yang mencakup Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman.
Kota Padang adalah Kota terbesar di pantai Barat Pulau Sumatra sekaligus Ibu kota Provinsi Sumatera Barat
. Kota ini pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia, memasuki abad ke-20, ekspor batu bara dan semen mulai di lakukan melalui Pelabuhan Telur Bayur, saat ini, infrastruktur Kota Padang telah di lengkapi oleh Bandar Udara Internasional Minang Kabau serta jalur kereta api yang terhubung dengan sejumlah kota l di Sumatera Barat.
Sebagai ilustrasi, Tokoh Minang Kabau sangat beragam, mencakup pahlawan nasional seperti Mohammad Hatta, Imam Bonjol, Sutan Snyahrir dan Tan Malaka ; Agus Salim, Mohammad Yamin, Rasuna Said, Rahmah El Yunusiyyah dan Tan Malaka,
mereka berperan penting dalam politik, pendidikan, dan emansipasi, serta Tokoh penting di bidang budaya, agama, jurnalis di bidang literasi dan sain seperti Buya Hamka, chairil Anwar, Cristine Hakim, Ruhana Kudus, Armahedi Mahzar, dan Gusdi Sastra, yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Mereka juga punya andil besar memotivasi kebangkitan kota Padang terlepas dari belenggu penjajahan
Dilihat lebih luas, Dimasa penjajahan Jenjang Pendidikan (untuk pribumi)
. Lager Onderwijs: Sekolah rakyat paling dasar, sangat sederhana.
. Hollandsch-Inlandsche School (HIS): sekolah dasar lanjutan untuk pribumi, lebih baik dari Volksschool, berbahasa Belanda. (Didirikan 1914) setara dengan Europeesche lagere school (ELS) untuk anak Eropa.
. Middelbaar Onderwijs (pendidikan Menengah):
. Meer uitgebreid Lager onderwijs (MULO): setingkat SMP, mempersiapkan ke jenjang lebih tinggi.
. Algemeene Middelbare school (AMS): Setingkat SMA, sekolah menengah umum tertinggi sebelum tinggi.
. Pendidikan Tinggi: Sekolah seperti Sekolah Dokter (STOVIA), sekolah guru (Kweekschool), dan sekolah teknik untuk melatih profesional tertentu.
Itu sebagai ilustrasi tingkat pendidikan zaman dulu.
Yang hanya bisa dinikmati anak anak tertentu yang orang tuanya berhubungan dekat / punya kepentingan dengan penjajah.
Kemajuan Kota Padang di Zaman sebelum Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah mengikuti model pendidikan Belanda dengan penekanan pada orientasi Eropa, meskipun sekolah pribumi (HIS) lebih sederhana.
Di mana beberapa tokoh terkenal seperti Jenderal Abdul Haris Nasution merupakan lulus HIS.
Kini Kota Padang semakin berbenah diri memacu pembangunan sesuai dengan eranya, , ibarat gadis nan jolong gadang, bersolek terus, , dengan pembenahan berbagai infrastruktur kota
Tata kelola Padang Tempo dulu dan masa kini tentu beda. Kini tentu lebih mengedepankan profesional demi kepentingan daerah/ nasional Indonesia
Namun mulai tahun 2026, Pemko Padang harus kerja keras membenahi berbagai sarana/ prasarana yang rusak dan hancur dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu, seperti jalan, jembatan irigasi, , sarana air bersih, perumahan rakyat, dan yang urgen lainnya.
Semoga Padang cepat pulih dan bangkit.
Padang Kota Tercinta Kujaga dan Kubela.👍🏾.


