
Anak urang Subarang Padang
Di Batang Arau badayuang sampan
Alah ribuik urang sagalanggang
Slogan perubahan tingga kenangan
Rami urang di Kota Tuo
Jambatan Sitinurbaya rancak dipandang
Antah apo sabab jo karano
Mutasi tasandek di Pemko Padang
Bukan sekedar cerita, tapi sudah menjadi pembicaraan di beberapa Group WA. Kritikan, hujatan bukan tanpa tujuan. Tapi, bentuk kepedulian terhadap Kota Padang, Kota Tercinta Kujaga dan Kubela. Perubahan menjadi slogan, itu yang dipertanyakan. Kok, terkesan lamban?
Kata perubahan ini, sering diperdagangkan saat Pilkada untuk menarik simpati masa. Sebuah janji, jika duduk nanti, akan melakukan perubahan. Kalau dilihat arti dari perubahan itu sendiri, proses atau hasil dari sesuatu yang menjadi berbeda dari sebelumnya. Nah, saat duduk adakah perubahan dibanding sebelumnya
Ini bukan sekedar opini penulis saja. Tulisan tak bermakna, tak sesuai kenyataan yang ada. Tapi, merangkum cerita yang berkembang. Jadi perbincangan banyak orang. Bukan masalah suka atau tidak suka, ada ‘sakit hati’ dalam cerita. Semuanya murni berdasarkan isu yang berkembang. Bukan berbasis data yang dianggap kebenaran sebuah fakta
Mengutip dari cerita di group WA, slogan perubahan seakan sirna dari harapan banyak orang. Slogan hanya tinggal kenangan. Padahal, sudah banyak mengingatkan agar dipercepat slogan Fadly Amran Maigus Nasir yang mengusung perubahan. Karena, warga Kota Padang, juga rindu perubahan.
Perubahan yang diperbincangkan, juga berkaitan dengan mutasi yang ‘tasandek’ di Kota Padang. Disebut banyak struktur jajaran dalam kondisi kegalauan, kecemasan dan keraguan. Tidak bekerja maksimal, tidak lagi fokus. Sebab, dari jauh isu mutasi dan pergeseran kepala OPD dan jajaran berhembus, banyak temuan
Bahkan, jika dicermati beberapa OPD, banyak merangkap jabatan. Tapi, apalah daya yang beberapa sudah dan baru menjabat, namun pergeseran belum memuaskan publik. Ya, seperi posisi Kabid, bergeser, tapi masih pemain lama. Selain itu, banyak OPD tak sejalan dan lemahnya koordinasi, karena ego pribadi
Dan, ini harus hati hati disikapi, apalagi dari awal sudah melekat ketidakpuasan publik. Inipun terlontar dari pernyataan Amril Amin, saat lounching PSP Padang mengikuti Liga 4 PSSI Sumbar. Ketidak hadiran Kepala OPD pada lounching itu, disamping tak menghargai Walikota, juga kurang kepedulian, terutama sepakbola
Bahkan, dengan nada keras, anggota DPRD Kota Padang, juga Ketua Umum PSP Padang itu, mengatakan, sudahlah tak mau menyumbang, sekedar hadir saja masih tak perduli. Ya, begitulah adanya. Wajar saja, perubahan yang diusung Fadly Amran – Maigus Nasir, tinggal kenangan
Penulis
Novri Investigasi


