
SOLOK, INVESTIGASI_Biasanya permasalahan pekerjaan proyek dilapangan, terjadi disebabkan beberapa kendala. Salah satunya, rekanan yang mendapatkan banyak paket pekerjaan, tak didukung SDM, finansial dan peralatan. Baik proyek menggunakan dana APBD maupun APBN, pekerjaan.
Diprediksi, ini juga terjadi pada pekerjaan pembangunan jalan provinsi Alahan Panjang – Kiliran Jao. Proyek milik Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) senilai Rp6.431.274.000.00, mulai kontrak 05 Maret 2025. Terbukti, pekerjaan sudah molor dari jadwal
Bukan tanpa alasan, jika dihitung masa pelaksanaan 180 hari kalender atau 6 bulan, dari awal kontrak awal Maret 2025. Berarti pekerjaan selesai akhir Agustus 2025. Kenyataan, September masih dikerjakan dan diperkirakan progres masih sekitar 50 persen
Wajar saja, proyek bersumber dana APBD Provinsi Sumatera Barat, tahun anggaran 2025, dipertanyakan. Disebut ada addendum yang diragukan, sehingga PT. Sadewa memperpanjang masa pekerjaan.
Padahal, progres proyek dengan konsultan pengawas PT. Andalas Raya, masih jauh dari target.
Addendum Perubahan Perencanaan dan Tambahan Waktu
Indikasi tudingan adanya permainan itu, dibantah Welly Jelita, Pejabat Pembuat Komitmen. Disalah satu, ruangan Dinas BMCKTR, Senin (8/9), ia bercerita panjang. Bahkan, terlalu panjang juga dikupas. Namun, intinya ia menyebutkan, keterlambatan disebabkan ada dua addendum, yakni perubahan perencanaan dan tambahan waktu
Diakuinya, kontrak memang tanggal 5 Maret, tapi ada proses yang harus dijalani, sehingga pekerjaan mulai berjalan tanggal 20 Maret 2025. Perubahan perencanaan pekerjaan dilakukan bulan Mei, sementara tambahan waktu dilakukan bulan Juni. Kesimpulan pekerjaan ditambah menjadi 8 bulan dan berakhir bulan November 2025.
Ditemani staf dan diskusi yang mencair, mengupas beragam persoalan, termasuk lebar dan panjang pekerjaan. Awalnya, panjang pekerjaan 26 Km, dijadikan 5 Km. Penyebabnya terkendala perizinan. Begitu juga lebar, awalnya 6 meter menjadi 14 meter. “Memudahkan pekerjaan, warga tak minta ganti rugi,” katanya disertai tawa yang renyah.
Pekerjaan Mulai, Masalah Muncul
Bicara terkait, setelah pekerjaan muncul masalah. Kenapa tidak diantisipasi, sebelum terjadi. Dengan gamblang, Welly menceritakan, semua persoalan berawal dari izin. Padahal, surat sudah masuk sejak Januari 2025. Namun, tiba tiba terbit Perpres Kawasan Hutan Lindung.
“Bukan kita saja, semua perizinan di pending,” katanya seraya menyebutkan masalah dilapangan, ia sudah bekerja tiga tahun terakhir, yakni sejak 2022. Terkait perubahan perencanaan, malah menguntungkan jarak tempuh. Pembukaan sampai Garabak Data, melalui Sirukam dan Batu Bajanjang 90 Km. Tapi, dari Talang Babungo hanya 30 Km
Suhu Aspal Tercapai
Begitu juga masalah suhu aspal dihitung dari jarak AMP PT. Sadewa Karya Tama berlokasi di Kumani Kabupaten Sijunjung yang berjarak 3 jam ke lokasi pekerjaan. Dan, saat dipaparkan masih bisa mencapai suhu 110 derajat celcius. Memperhitungkan cuaca ekstrem jadi kendala yang mempengaruhi suhu, tanpa beban ia mengatakan, jika memang masalah di rijek saja
Penulis
Boy Syahrial
Editor
Novri Investigasi


