
50 KOTA, INVESTIGASI_Satu lagi ditemukan, pekerjaan proyek yang diyakini, tak selesai tepat waktu dan tepat mutu. Padahal, sudah memasuki pertengahan September. Biasanya, bulan bulan ini, cuaca sangah ektrem yang rentan mempengaruhi progres pekerjaan
Wajar saja, ada keraguan, kontraktor pelaksana proyek Puskesmas Banja Loweh, dikwatirkan tidak selesai karena awak melihat dilokasi masih bagian pondasi dari pemilik kegiatan yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan tersebut disebabkan lambatnya progres pekerjaan masih dalam rangkain slof pondasi yang masih mengikat besi.
Persoalan ini, pun mencuat, disebabkan, penawaran dilakukan rekanan mendekati pagudana Rp2.864.437.000, sedangkan penawaran Rp2.795.870.450 atau selisih Rp68.566.550
Sementara, Penjabat Pembuat Komitment (PPK) Yulia Masna sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, mengatakan,
untuk kegiatan proyek Pukesmas Bonja Loweh, rekanannya kita akan tegur atas lambannya progres pekerjaan renovasi tersebut. Proses progres dimulai dengan pengosongan lahan dan pembongkaran bangunan lama, sampai saat ini malahan progresnya masih 11%,” ujar Yunus pada Rabu (18/9) melalui telpon whatps.
Katanya, pekerjaan tersebut dimulai sesuai kontrak yakni dari 28 Juli 2025. Diawali dengan pengosongan lahan, pengerjaan pondasi, struktur, pekerjaan atas hingga finising 24 Desember 2025.
“Sesuai kontrak, pekerjaan tersebut dijadwalkan selesai selama 150 hari kelender. Sekarang sudah minggu ke 6 , tapi masih pengerjaan pondasi,” ujarnya lagi.
Sedangkan, konsultan pengawas CV Harrisa Consultan melalui Yunus juga membenarkan, sekarang masih pengerjaan pasang balok pondasi di Puskesmas Banja Loweh. Hal itu dikatakannya saat dikonfirmasi di lokasi proyek pada Rabu (17/9) siang.
“Pihak rekanan, CV Pangeran Di Sukses berkomitmen akan segera mempercepat pekerjaan dan dimulai lagi secara intensif,” ujarnya.
Yunus pun sudah berkomitmen, apabila pembangunan tidak selesai sesuai jadwal, konsultan pengawas CV Harrisa Consultan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana proyek.
“Proyek seharusnya diselesaikan pada awal Desember tahun ini, namun jika tidak selesai dan kami akan mengambil tindakan sesuai prosedur yang berlaku,”pungkasnya
Sementara, pihak rekanan CV Pangeran Di Sukses mengaku, progres proyek senilai Rp 2,79 Miliar tersebut baru mencapai 11,8 persen.
Tak Ada Indikasi Main Mata
Kepala Dinas Kesehatan, Yulia Masna via WA, Kamis (18/9), juga mengklarifikasi adanya main mata pada proses lelang. Katanya, proses tender diseleksi sesuai mekanisme E Katalog. Tak ada indikasi main mata, hanya menyeleksi kesesuaian
“Untuk pekerjaan Banja Laweh, melebihi 5 %, dari schedule. Karena, diawali volume pembongkaran dan penggalian pondasi 6 meter,” katanya, seraya mengatakan, bahasanya yang bersahabat, demi kemajuan pekerjaan. Dendi/Nv


