
Kota Padang langganan banjir. Bukan sekedar sebutan, tapi fakta yang terjadi. Jangankan satu hari, satu jam saja, air sudah tergenang. Kunun, satu hari, banjir tak terelakkan lagi. Semua di rambah, membuat warga resah dan gelisah
Lama sudah terjadi, seakan tak ada lagi solusi. Beragam wacana, beribu komentar, entah berapa kali seminar. Banjir tetap akrab menemani Kota Padang saat hujan datang
Lalu, apa solusi? Ya, disamping besaran anggaran, juga disebabkan kurangnya kesadaran warga mengantisipasi banjir. Begitu juga pemerintah daerah, kurang mensosialisasikan penyebab bahaya banjir
Memutus Mata Rantai’ Banjir
Meski sering menjadi perbincangan, tapi kembali diingatkan, penyebab terjadinya banjir. Disamping sosialisasi dan himbauan Pemko, juga dibutuhkan kepedulian komunitas lingkungan hidup
Untuk mengajak masyarakat, selalu menjaga sungai. Dengan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya sungai. Sehingga masyarakat mau menjaga dan merawat sungai agar fungsi sungai tidak terus menurun dan mengalami kerusakan.
Dengan peduli terhadap penataan lingkungan sungai, peduli terhadap kualitas air sungai atau pencemaran, peduli terhadap pencegahan penyalahgunaan bantaran dan sempadan. Berujung, muncul rasa memiliki terhadap sungai di lingkungannya
Ingat, kondisi penurunan fungsi sungai apabila terus dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar dari hulu sampai ke hili. Alhasil, fungsi layanannya semakin menurun. Jika sudah mengalami kerusakan yang besar, maka untuk mengembalikan fungsi sungai tersebut diperlukan biaya yang sangat besar.
Tak pelak! Resiko bencana banjir akan makin diperparah oleh kondisi lingkungan permukiman di daerah bantaran sungai yang sangat padat. Belum lagi, sistem tata bangunan dan sirkulasi tidak teratur. Tanggul sungai dan drainase yang tidak memadai atau sudah menyatu dengan bangunan.
Akibatnya, terjadi alih fungsi lahan. Untuk itu, perlu memperketat semua perizinan. Penanganan pemukiman dan perbaikan infrastruktur pendukung serta penataan saluran drainase
Diharapkan, ini menjadi salah satu fokus pemerintah. Tujuannya, agar bencana banjir ini tidak semakin parah, atau tidak terjadi lagi. Apalagi, melihat dan belajar dari kondisi terkini banjir Kota Padang yang masih terjadi saat ini
Paling penting lagi dan usah diabaikan. Upaya pengurangan resiko dan penangulangan banjir, Kota Padang sangat membutuhkan penambahan polder-polder baru.
Bukan tanpa sebab dan alasan. Saat ini di Kota Padang tak memiliki banyak polder. Disamping itu, perlu penambahan beberapa unit pompa penyedot air.
Kini, sudah saatnya semua pihak harus berkerja bersama untuk mencegah terjadinya banjir yang lebih besar lagi kedepannya. Sekarang, harus dilakukan adalah mencari bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut. Sehingga, bisa memutus mata rantai banjir di Kota Padang
Penulis
Novri Investigasi


