
Catatan : Emil Pribadi, S.IP (investigasi Grup)
Dari berbagai literatur dan referensi , banyak tokoh penting di Malaysia yang memiliki darah keturunan Minang Kabau (Urang Awak), baik yang merantau langsung, keturunan dan generasi kesekian yang selama berdomisili di sana.
Perannya sangat signifikan dalam politik, pemerintahan, pendidikan, dan budaya Malaysia, terutama di Negeri Sembilan dan Selangor.
Beberapa tokoh keturunan minang di Negeri Jiran (Negara Malaysia) ada yang menjadi tokoh politik dan pemerintahan
Seperti, Tuanku Abdul Rahman, Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim, Khairi Jamaluddin, Raja Melewar Tokoh Intelektual, dan Sastra Adibah Amin, Zainal Abidin Ahmad (Za’ba), Malaysia juga menjadi anggota D-8 (Devoloping-8), yakni sebuah kesepakatan untuk kerja sama pembangunan delapan negara anggotanya: meliputi Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Jumlah penduduk kedelapan negara tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar hingga 1, 2 miliar jiwa di delapan Negara itu (Devoloping-8).
Jumlah ini mencakup sekitar 60% dari seluruh populasi muslim dan hampir 13% dari total populasi dunia.
Delapan negara ini mencakup wilayah seluas 7,6 juta kilometer persegi atau 5% dari luas daratan dunia.
Negara industri modern, sejak 1980 – sampai dibawah kepemimpinan Mahathir Mohamad (1981-2003), Malaysia bertranformasi dari pengekspor bahan mentah menjadi pusat manufaktur dan industri modern (Menara Kembar Petronas).
Bila dilihat / diamati, bisa saja urang awak yang berada di negara Malaysia (Negeri Jiran) melakukan pembangunan.
Berbagai bentuk pembangunan berimbas ke daerah leluhurnya, seperti di Kota-kota di tanah air, terutama di Kota Padang Tercinta , Ku Jaga dan Ku Bela.
Para pengusaha “urang awak” (Minang Kabau), berbagai Tokoh Terkemuka , termasuk Fahmi idris (Pengusaha Nasional/mantan menteri), Yendra Fahmi (pengusaha pertambangan/properti), Pandu Pantria Sjahril (investor), dan perintis bisnis kuliner seperti RM Taman Selera.
Banyak pengusaha Minang yang kembali berkonribusi untuk daerah asal nya yaitu “Kota Padang”, Kota Bingkuang ku jaga dan ku bela.
Perantau Minang juga banyak berkarier di sektor swasta dan usaha,
Selain tokoh nasional, seperti di Kampung Baru dan Chow Kit, Kuala Lumpur.
Juga tidak ketinggalan (sangat populer) seperti Restoran Padang dan bisnis kuliner Minang di Selangor dan sekitarnya, dikelola oleh generasi diaspora..
Eksistensi significant dan peran nyata yang ditunjukkan oleh para tokoh Minang perantauan diharapkan berimbas ke negara/ daerah asalnya Terutama di wilayah Sumatera Barat dalam berbagai bentuk investasi oleh delapan negara tersebut diatas, di 19 kabupaten dan kota.
Tentu ada pihak pihak yang ” Menjuluaknyo” atau yang mengajak untuk investasi di Sumbar. .Semoga.


