
PAYAKUMBUH, INVESTIGASI_Bak kata pepatah. Jika air keruh di hulu, akan keruh juga ke muara. Jika sesuatu di awali kesalahan, akan berakhir juga kesalahan. Kata bijak itu, sepantun dengan pekerjaan beberapa paket proyek RSUD Achmad Darwis. Faktanya, tidak saja, proses lelang yang menuai sorotan, pekerjaan fisik juga menuai hujatan
Kenapa tidak, beberapa pekerjaan yang seharusnya berakhir bulan September 2025, masih saja dikerjakan. Walau pekerjaan finishing, tapi melewati batas masa pelaksanaan.
Bahkan, sudah terlambat pekerjaan pun terkesan asal asalan. Ini terlihat dari salah satu pekerjaan WC yang sudah terlihat rusak. Dan, beberapa item pekerjaan lain.
Adapun beberapa paket pekerjaam seharusnya, selesai bulan September Ini, pekerjaan, renovasi /rehabilitasi rawat inap bedah (Angrek) dikerjakan CV. Beringin Sakti, kontrak berakhir 23 September
Pekerjaan renovasi/rehabilitasi rawat inap Azelea, dikerjakan CV. Ryansi Pratama, masa pelaksanaan sampai 22 September.
Renovasi/rehalibilitasi kebidanan Kenanga dikerjakan CV. Sintra Putra, masa pelaksanaan berakhir 21 September
Renovasi/rehalibitasi neorologi dan jantung, Nusa Indah dikerjakan CV. Catur Pilar Cakrawala, masa pelaksanaan berakhir 23 September
Empat paket itu, berburu dengan waktu, sehingga kurang memperdulikan kualitas dan mutu. Terbukti, beberapa item pekerjaan bermasalah. Ada indikasi, untuk memperbaiki pekerjaan kurang sempurna itu, dimasukkan pada masa pemeliharaan
“Ini permainan lama pekerjaan proyek. Terpenting selesaikan dulu 100 persen, dengan mengejar PHO. Ketidaksempurnaan pekerjaan dibuat catatan tim PHO dilanjutkan pada pemeliharaan,” ujar salah seorang rekanan di Kabupaten 50 Kota yang enggan disebutkan namanya
Dengan sindiran, ia melanjutkan, jika sesuatu diawali permasalahan, pasti berujung persoalan. Karena, disebut sebut, pekerjaan sudah tercium saat proses tender, tentu bermuara juga pada pekerjaan.”Air keru dihulu, tentu akan keruh juga di muara,” katanya berfilsofis.
Menariknya, saat dikonfirmasikan PPK via WA, terkesan bungkam, seakan menghindar dari persoalan. Sampai berita ini diturunkan, ditenggarai tak tepat waktu dan mutu itu, tak ada tanggapan sama sekali. Dendi/NV


