
PADANG, INVESTIGASI_Jika air keruh di hulu. akan keruh di muara. Senada dengan pekerjaan pembangunan Pagar Kampus 2 Poltekes Kemenkes Padang, tahun anggaran 2025 senilai Rp1.047.735.424
Soalnya pekerjaan melalui E Katalog yang dipercayakan kepada CV. Duta Pribumi, bakal bermasalah diujung jalan. Ditenggarai, pekerjaan tanpa uang muka itu, perusahaan tak sanggup melanjutkan.
Alhasil, terjadi ‘take over’ atau dipindahtangan kepada pihak lain melalui surat kuasa. Menariknya, meski masih memakai bendera CV. Duta Primbumi, tapi rekening, bukan lagi atas nama pemilik perusahaan
Inipun menjadi tanda tanya saat menelusuri, take over yang direstui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) itu. Pasalnya, untuk tanda tangan berkait dengan laporan pekerjaan, masih dilakukan Direktur perusahaan.
Sementara uang proyek masuk ke rekening pihak dipindahtangankan atau penerima kuasa. Artinya, meski sudah “take over’ Direktur, meski menandatangani, tapi tak terkait masalah keuangan. Sebab, rekening berpindah tangan
Weri : Bukan Pindah Tangan, Tapi Kerjasama
Sementara, Weri Direktur CV. Duta Pribumi,
mengaku, pekerjaan bukan pindah tangan, tapi kerjasama melalui surat kuasa. Alasannya, terkait pekerjaan tanpa uang muka, berakibat, berat beban untuk mengerjakan.”Makanya, dilakukan kerjasama melalui surat kuasa,” ujarnya via Hp beberapa hari lalu
Weri, menjelaskan, saat ditanyakan, alasan PPK menunjuk perusahaan, sementara minus dana, apalagi pekerjaan tanpa uang. Katanya, saat evaluasi, PPK langsung ke kantor, terkait kesiapan melaksanakan pekerjaan.” Berdasarkan evaluasi itu, makanya ditunjuk untuk mengerjakan proyek tersebut,” ujarnya
Namun, dalam pelaksanaan, iapun terkendala pendanaan. Solusinya, dilakukan kerjasama melalui surat kuasa. Tapi, ia enggan menjawab, kenapa dugaan perbedaan dilapangan. Tanda tangan, terkait pekerjaan, masih menjadi tanggungjawabnya, sementara rekening atas nama penerima surat kuasa.
Pekerjaan di Lapangan, Diragukan
Telusuran media ini, ke lokasi pekerjaan, terindikasi Bill Of Quaniti dan gambar perencanaan didapat media tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Salah satunya, penerapan SMK3. Tak satupun terlihat, dari 25 item yang tertera dalam biaya SMK3.
Adukan semen dan coran, tanpa kotak takaran dan kotak adukan. Terlihat, adukan langsung ditumpukan pasir. Begitu juga penulangan kolom, balok, ring balok, slof diameter 12 Cm, kenyataan dilapangan lebih. Dan, banyak yang lain, tak sesuai gambar kerja. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


