
Luar biasa cacian, hinaan dan fitnah yang menerpa H. Epyardi Asda (Bupati Solok), pasca ia blak-blakan menyampaikan ke publik terkait kekecewaannya sebagai kepala daerah karna minimnya koordinasi Gubernur terhadap kepala daerah dan kecenderungan Gubernur Mahyeldi yang sibuk meng-akomodir kepetingan kader partainya, dimana hal ini tak dibantah oleh Mahyeldi atau PKS, artinya publik sah menilai, apa yang disampaikan Epyardi, benar adanya.
Reaksi cacian, hinaan dan fitnah buzer ini menurut banyak kalangan sudah menjadi resiko di medsos, karna pihak yang dihadapi Epyardi cenderung menggunakan kekuatan buzer dalam membunuh karakter pihak yang berseberangan dengan kepentingan kekuasaan mereka.
Namun sebagai manusia berakal dan beriman, seyogyanya kita jangan terpengaruh dengan perilaku seperti buzer. Kita harus senantiasa berpikir jernih dan berhati bersih menilai persoalan.
Epyardi Asda adalah tokoh yang sudah merasakan asam garam kehidupan, ia pernah busung lapar dan juga merasakan kaya raya. Artinya, apapun yang dirasakan rakyat saat ini, ia tau rasanya dan tau cara mengelolanya.
Viralnya Epyardi dengan segala kemarahannya, jika kita lihat dengan pikiran jernih dan hati yang bersih, kita akan ketemu pada satu titik yaitu ia marah kepada oknum elit politik yang “bermain”, tak pernah ia marahi rakyatnya, malah hartanya ia bagikan kepada rakyat.
Misal, viral marah kepada manajemen Aqua atas pemecatan sepihak ratusan anak nagari, dimana pihak perusahaan dibela Gubernur Mahyeldi. Mirisnya, bertepatan dengan gubernur Mahyeldi mendapatkan bantuan sponsor dari Aqua puluhan dus untuk kegiatan pemprov. Kita kalau diposisi Epyardi Asda memang harus marah ! Sebab ini soal kemanusiaan dan harga diri nagari.
Ini yang tampak saja oleh kita, belum yang lain, dimana kita melihat Epyardi dikemarahan2 lainnya, ia seolah menutup diri menceritakan aib orang yang ia marahi. Membiarkan dirinya dihujat ketika viral tetapi ia tidak menceritakan sebab-musabab ia marah kepada beberapa oknum elit politik.
Bisa saja, ada saatnya Epyardi akan membuka tabir oknum oknum elit politik yang ia marahi. Jika ini terjadi, selesai barang ini.
Hendra
(Warga Solok)


