
Catatan : Richard
Kota Padang luasnya sekitar 669 km3, lebih luas dari DKI Jakarta dan memilik kawasan pertanian / kehutanan cukup luas.
Penduduknya hampir satu juta jiwa.bila malam hari.
Terdiri dari 11 kecamatan, 104 kelurahan, dengan mata pencaharian beragam, seperti pegawai/ aparat, pedagang, pegawai swasta, buruh, usaha pertanian, serabutan dan lainnya.
Pertumbuhan perekonomiannya biasa biasa saja, kadang kadang cendrung naik/ menurun, karena daya beli lemah.
Dengan standar perekonomian yang standar , makanya dibutuhkan di Padang pemimpin yang mau kerja keras dan yang punya visi jauh ke depan., terutama mencari peluang tambahan keuangan pendukung, baik ke pusat maupun pihak ketiga.
Pembangunan di Padang tidak banyak mengandalkan investasi, karena berbagai kelemahan karekteristik daerah ini dibidang pertanahan.
Investor besar sepertinya. enggan atau tanya tanya dulu bila mereka ingin berinvetasi di daerah ini. Takut gagal atau terjadi keruwetan di kemudian hari. Mereka ingin hal yang pastii, terutama tentang pertanahan.
Dengan keterbatasan tersebut jelas, daerah ini hanya mengendalikan keuangan daerah (APBD,) satu atau dua triliunan rupiah lebih, lebih untuk memacu pertumbuhan pembangunan dan perekonomiannya. Itupun cukup banyak disedot untuk ASN, lebih 50 persen ??.
Makanya pembangunan lebih bertumpu pada dana APBD dan tambahan sedikit APBD I dan APBN.
Dengan kondisi yang demikian, tentu untuk menyenangkan rakyat lebih mengandalkan komunikasi publik, mulai dari walikota, SKPD , sampai terlini bawah camat dan lurah.
Komunikasi memang satu satunya yang perlu diandalkan untuk menyenangkan masyarakat.
Karena tidak semua permintaan masyarakat
dapat terpenuhi oleh Pemko.untuk.membenahi berbagai infrastruktur kota yang rusak.
Sebutlah sarana jalan yang hancur, seperti irigasi, sekolah, penerangan jalan umum yang mati, jembatan rusak , sejumlah sarana pasar yang perlu perbaikan, tambahan modal usaha bagi usaha kecil menengah, jalan kota dan lingkungan dan lainnya yang masih perlu pembehan..
Contoh ril saat ini, , jangankan untuk mengaspal jalan secara keseluruhan saat ini di berbagai kawasan kota Padang yang sudah hancur/ rusak berat, .malah untuk manumbok jalan berlobang saja Pemko tak berdaya secara keseluruhan , karena keterbatasan dana.
Akibatnya, masyarakat menilai minus.?.
Disinilah peran komunikasi pejabat publik sangat dibutuhkan, transparan, jujur .ke rakyat
Padang memiliki sekitar 58 SKPD, termasuk 11 camat.
58 SKPD inilah kunci keberhasilan Pemko Padang mewujudkan citra positif, dengan kinerja baik dan berkomunikasi efektif dengan warga.
Khusus camat sebagai kepala wilayah memiliki peran yang sangat strategis. Karena mereka berhubungan dan beradaptasi langsung dengan masyarakat.
Baik buruk citra Pemko, banyak juga ditentukan oleh camat/ staf dalam memeneg perencanaan pembangunan dari bawah serta merealisir rencana pembangunan,
Walaupun jumlahnya relatif kecil. Termasuk melalui dana pokir DPRD.
.Sudah jadi rahasia umum ,usulan perencanaan pembangunan dari bawah, ternyata hanya beberapa.persen yang dikabulkan.
Hebatnya usulan itu tetap ditampung dan disampaikan setiap tahun ke Bappeda
Untuk kondisi.lapangan. peran camat sangat besar sekali. Dia tidak hanya motivator pembangunan, tetapi juga adimistrstor dan motivator kemasyarakatan.
Kunci keberhasilannya sebagian besar terletak dari tata cara mereka berkomunikasi, baik sebagai adimistrstor pembangunan ( kedalam), maupun dengan berbagai kalangan masyarakat.
Camat diharapkan lebih inten berkomunikasi dengan masyarakatnya.
Sarananya sangat banyak sekali. Seperti.melalui aktifitas warga di rumah ibadah, di lembaga kerapatan adat, lembaga-lembaga sosial/ kepemudaan, pada berbagai aktifitas kemasyarakatan. Bahkan juga melalui forum LPM, RW/ RT yang ada di setiap kelurahan, dan lainnya secara kontinyu.
Inilah barangkali jalur jalur komunikasi bagi para camat dan pejabat lainnya.
Karena dana pendukung pembangunan sangat minim.sekali di Pemko Padang.
Maka forum forum itulah sebaiknya dimanfaatkan camat / pejabat untuk memperkuat pemahaman tentang kondisi daerah, serta untuk mempererat jalinan kerjasama dan saling pemahaman di lapangan.
Gimana dengan camat perempuan, Biasanya berkomunikasi dengan perempuan lebih menyejukkan dan sedikit ada roman romannya/ sensasi menyenangkan.
Sekeras kerasnya suasana lapangan, bila perempuan datang dengan senyum keibuannya, semuanya akan runtuh dan tertunduk malu. Begitulah kelebihan perempuan.
Akhir cerita, Baik pemimpin laki atau perempuan harus sama sama kerja keras meyakinkan masyarakat tentang kondisi saat ini, mewujudkan Padang semakin maju dan tertib
Sukses Kota Padang, 👍🏾
.


