
Senyum mentari menyapa bumi. Riak air menyejukkan hati. Semilir angin pegunungan, berhembus manja menyambut pagi. Dibawah jembatan Sitinurbaya menikmati sarapan berteman kopi.
Cuaca Muara Padang pagi itu, sangat bersahabat. Hidangan yang disajikan terasa nikmat. Batang Arau, kapal bersandar di Kota Tua, menyejukkan suasana. Meski, hanya sebuah diskusi, tapi ada ide dan wacana berujung solusi.
Diskusi, berbuah solusi dipagi yang cerah dibawah Jembatan Sitinurbaya, membahas persoalan. Bukan menjemput aspirasi, hanya sekedar sarapan pagi. Bukan di gedung dewan, tapi dibawah jembatan
Diskusi bersama Mastilizal Aye, SH, Wakil Ketua DPRD Kota Padang ditemani Alwisray, tokoh masyarakat Batang Arau, terasa cair dan mengalir. Berbagai persoalan dibahas. Diawali, sarapan pagi, diskusi menyentuh berbagai sektor
Sebagai Ketua Asprov PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, juga membahas masalah PSP Padang yang lama tidur panjang. Aye yang mirip dengan nama pemain nasional Thom Haye itu, memberikan solusi untuk kebangkitan Pandeka Minang. Kata Aye, adanya Surat Edaran memperbolehkan klub amatir menggunakan dana APBD, membuka peluang PSP Padang bangun dari tidur panjang
Sosok mudah bergaul dan dekat dengan berbagai kalangan itu, juga menyarankan, menghadapi kompetisi Liga 4 musim 2025-2026, agar PSP Padang mempersiapkan diri. Menganggarkan pada APBD perubahan 2025, bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan dana
Bukan senior saja, anggaran juga dipersiapkan untuk jejak usia, demi membawa PSP Padang keluar dari keterpurukan. Ide Aye untuk senior dianggarkan Rp500 juta. U17 dianggarkan Rp200 juta, U15 sebesar Rp150 juta dan U13 Rp100 juta. Biaya bisa bertambah dua kali lipat, jika lolos ke tingkat nasional
Diskusi tanpa moderator itu, juga membahas masalah Pungli yang marak terjadi di Kota Padang, khususnya kawasan wisata Pantai Air Manis. Ini tidak saja, merusak wajah wisata yang terkenal dengan legenda Malin Kundang, juga mencoreng Kota Padang
Sekretaris DPC Partai Gerindra itu, juga mengupas masalah PKL yang memperburuk citra Kota Padang. Persoalan ini, harus segera diselesaikan dan dicarikan solusi. Kekeluargaan dan persuasif harus dilakukan agar tak terjadi bentrokan. Carikan solusi, tempatkan mereka di lokasi yang nyaman dan berkelanjutan.
PKL ramah lingkungan, perlu diciptakan, tanpa harus mematikan mata pencaharian mereka. Jika ditata dengan baik, PKL bakal berkonstribusi untuk Kota Padang. Banyak lagi yang dibahas, meski tak tuntas. Karena, matahari sudah muncul dan lokasi diskusi dihujani panas mentari menyinari pagi menjelang siang.
Penulis Alwisray
Editor
Novri Investigasi


