
Catatan : Richard, Akb/ Wartawan
Padang sebagai ibukota Propinsi Sumatera Barat, berpenduduk hampir satu juta jiwa, meliputi 11 kecamatan 104 kelurahan
Karena Padang sebagai ibukota propinsi tentu memiliki berbagai permasalahan yang cukup kompleks, misalnya untuk menangani permasalahan persampahan rumah tangga dan sampah jenis lainnya, memerlukan keseriusan dari aparat dan warganya.
Produksi Sampah setiap harinya di Kota Padang Sangat significan, kalau tidak rutin ditangani setiap hari, jangan heran sampah bisa menumpuk ratusan ton
Tumpukan sampah dari berbagai sumber tersebut, termasuk sampah rumah tangga akan menimbulkan bau kurang sedap, dan bisa menimbulkan pencemaran udara dan munculnya berbagai wabah penyakit, seperti kolera, malaria, ISPA, demam berdarah dan lainnya.
Untuk mewujudkan Padang bersih dan sehat, Padang dibawah kendali Walikota Fadly Amran dan Kadis DLH Fadelan selalu meimbau masyarakat agar melaksanakan aksi kebersihan dilingkungan masing masing, seperti membersihkan bandar/ riol, kali, serta lingkungan pemukiman. Dan jangan membakar sampah.
Yang tak kalah pentingnya mengumpulkan sampah rumah tangga di setiap rumah atau pemukiman rutin setiap hari.
Sampah rumah tangga harus dipilah atau dipisahkan satu sama lain, yaitu sampah basah dan sampah kering atau sampah organik dan non organik.
Kedua jenis sampah tersebut mempunyai nilai strategis masing masing, pemisahan / pemilahan kedua jenis sampah tersebut sudah menjadi program strategis Pemko Padang.
Untuk itu harus didukung semua komponen masyarakat. Sehingga untuk mewujudkan Padang Kota Bersih dan Sehat betul betul dapat diwujudkan.
Untuk menanggulangi permasalahan persampahan ini hampir mencapai 640 – 700 ton sehari , Pemko Padang juga punya sekitar 43 armada/ truck arm roll angkutan , 29 dump truc, 208 unit bak container dan penambahan baru 19 truck ARM roll unit, 11 dam truck, 16 unit pick up , 1 truck tengki, 1 unit escavator mini, 48 untuk armada Baru (2025) dan juga ada sekitar 178 becak motor, dikelola oleh LPS, yang siap meyalani masyarakat sampai ke rumah penduduk.
Meskipun armada yang beroperasi boleh dikatakan cukup memadai, tetapi kunci keberhasilan pengelolaan sampah adalah masyarakat itu sendiri.
Untuk itu diharapkan seluruh warga Padang betul betul peduli dengan permasalahan sampah, yang dimulai dari setiap rumah tangga
Kini Pemko Padang lebih mengarah kepada upaya pemilahan sampah dari setiap rumah tangga
Untuk itu mulai saat ini masyarakat sudah melakukan pemilihan sampah rumah tangga ,
Sampah basah dan sampah kering atau sampah organik/ sisa makanan dan non organik langsung dipisahkan.
Sampah yang sudah dipisahkan tersebut akan dijemput oleh Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kelurahan di Padang, sudah terjadwal sekali 2 atau 3 hari.
Untuk hal ini, Pemko Padang akan didukung 60 petugas baru ,yang akan memberikan edukasi ke masyarakat Kota Padang di 104 kelurahan untuk melakukan pemilahan/ pemisahan sampah organik dan non organik di setiap rumah tangga.
Ayo didukung oleh warga Kota Padang, menuju Padang Bersih dan Sehat.
Mudah mudahan Penghargaan Adipura sebagai supremasi kota terbersih di Indonesia kembali diraih Kota Padang. Semoga.


