Rumah mewah pamer, mobil mewah pamer, makan di restoran mewah pamer. Bagimu kebanggaan, bagi rasa miskin hinaan. Seakan menari diatas penderitaan orang lain.

Tanpa didasari, apa yang dipamerkan itu, menjerat leher sendiri. Karena, memberi ruang, terbukanya peluang terjerat kasus korupsi
Begitu juga segala yang mewah melekat dibadan dipamerkan dan viral. Tas, arloji dan aksesoris lainnya, memudahkan netizen mencari harga barang yang dibawa.
Itupun akan menjadi tanda tanya darimana uang didapat, segala kemewahan yang melekat. Apalagi, yang memakai, anak dan istri ASN atau pejabat
Kebanggaan mempamerkan segala kemewahan, juga melihatkan tingginya tingkat kesenjangan sosial dan menimbulkan kecemburuan sosial.
Disaat rakyat susah, ada yang pamer barang mewah. Bermandi lumpur penderitaan rakyat, bergelimang harta kekayaan pejabat. Pantas saja, berujung curiga dan terjadi penjarahan masa. Saat negeri tak sehat sehat saja
Seperti demo yang terjadi sekarang ini. Meluluhlantakan seluruh negeri. Tidak lagi, menyampaikan aspirasi.
Penjarahan rumah mewah mengiringi demo yang terjadi. Tak perlu disebutkan, rumah siapa dijarah. Mulutmu harimau, itu membuat rakyat gundah. Joget dan tarianmu, itu membuat rakyat resah
Gaya Hidup Mewah Membuka Tirai Kasus Korupsi
Belajar dari pengalaman masa lalu. Beberapa kasus korupsi, terkuat dari gaya hidup mewah. Gaya hidup mewah dipamerkan keluarga pejabat melalui media sosial, berujung penyesalan.
Ingin viral dengan menggunakan atribut serba mewah dan mahal, ingin tenar berselfi diluar negeri, akhirnya membuka aib sendiri. Ini menimpa beberapa pejabat, akibat anak dan istri yang suka pamer. Hidup mewah, bukan saja terlihat dari gaya sehari hari, tapi juga rumah yang dihuni.
Beberapa pejabat korban viral, sekarang sudah menjalani proses hukum, Rafael Alun Trimsabado. Ketidakwajaran harta kekayaannya, terendus akibat kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya Mario terhadap David.
Sebelum penganiayaan terjadi, Mario memviralkan diri pamer kendaraan mewah, seperti Rubicon dan motor gede. Wajar saja, netizen curiga dengan kekayaan pejabat eselon III tak wajar itu.
Lalu, ada Eko Darmanto, pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta itu, sering pamer kendaraan mewah dan naik helikopter pribadi.
Nasib naas juga menimpa Sudarman Harjasaputra. Kepala Badan Pertanahan (BPN) Jakarta Timur ini, viral karena gaya hidup mewah. Dan, menjadi sorotan netizen dengan gaya hidup mewah dirinya dan keluarga di media sosial.
Satu lagi pejabat yang terungkap kekayaan tak wajar, disebabkan pamer harta dilakukan istri dan anaknya di media sosial, Andhi Pramono.
Sekarang, Kepala Bea Cukai Makasar yang mempunyai rumah di kawasan Cibubur itu, diperiksa akibat kekayaan tak wajar. Masih banyak lagi, namun belum terungkap.
Media sosial disalahgunakan untuk pamer kekayaan, akan membuka peluang untuk mengungkap kekayaan tak wajar. Tidak saja, hukuman penjara, hukuman masa juga menanti. Seperti penjarahan yang terjadi
Penulis
Novri Investigasi


