
Sudah lama pertanyaan ini, bergayut di hati warga. Sampai sekarang, jawaban masih membias dan belum jelas. Kok pada pekerjaan drainase, beda cara dan beda pelaksanaan. Kenapa pada pekerjaan drainase, ditutupi papan atau triplek untuk membantu pasangan batu
Pertanyaan ini, pantas terungkap dan terucap dan perlu dijawab. Biar keraguan tak lagi menganggu pikiran dan menjadi seribu tanda tanya. Sehingga, saat melihat pekerjaan dilapangan, sudah faham mengerti dan tak ragu lagi. Setidaknya, bisa ikut mengawasi, jika ditemukan kejanggalan di lapangan
Beda Pasangan Batu Biasa dan Bagesting
Biar tanda tanya tak terlalu lama bergayut dipikiran. Sedikit kita rangkai beda pasangan batu biasa dan bagesting. Pasangan batu biasa, merupakan pasangan batu konvensial dan umum. Biasanya untuk pekerjaan talud, drainase.
Sementara beda pasangannya, langsung diatas tanah/galian, lalu diikat pakai adukan semen dan pasir. Tapi, ini sering menjadi permainan rekanan untuk mencari keuntungan, baik galian untuk tapak maupun ketebalan dinding.
Padahal, sebelum dipasang, galian harus bertemu tanah padat, lokasi harus kering. Dan, batu yang digunakan harus dicuci sebelum dipasang. Kenyataan terjadi, rekanan hanya mengikuti struktur tanah, tanpa dirapikan. Ini bertujuan menutup permainan.
Seakan pasangan batu sesuai speck. Baik lantai, puncak (lining) dan dinding. Padahal, galian tapak kurang dan dinding melengkung, mengurangi volume pasangan batu. Begitu juga batu, baik diambil dari lokasi pekerjaan maupun didatangkan dalam kondisi berselimut tanah.
Tanpa dicuci, sehingga mengurangi daya perekat.. Sebab, adukan semen dan tanah menyelimuti batu sulit bersatu. Lalu bagaimana dengan bagesting dan permainan bagesting.
Beda dengan pasangan batu biasa, bagesting menggunakan penutup atau penyedot air sebelum pasang batu. Tujuan, saat pasangan batu lokasi kering dan tak tergenang air. Salah satunya menggunakan penutup papan.
Pasangan batu dilakukan dalam kotak papan yang berfungsi menutup jalur air masuk pada pasangan batu. Permainan terungkap disini, pasangan dalam bagesting, tidak rata adukan dan pasangan batu.
Sehingga, saat papan bagesting dibuka, terlihat lubang, rongga dan pasangan batu keropos. Itupun ditutupi dengan plasteran. Sehingga mutu dan kualitas, tak terjaga. Padahal, tujuan dari bagesting itu, pasangan batu lebih rapi, lebih kuat, sebab tak kena genangan air. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


