
PAYAKUMBUH, INVESTIGASI_ Jalan berlubang, mobil bergoyang, hujan air tergenang. Itulah yang terjadi pada jalan Payakumbuh – Lintau. Transportasi tersendat, jarak tempuh melambat, dirasakan pengendara melewati jalan itu.
Rusuh dan risau mengiringi pengendara, saat melintasi jalan itu. Kenapa tidak! Jalan dilalui berlubang dan rusak, menganggu perjalanan mereka. Begitu juga ekonomi warga, tersendat akibat buruknya jalan. Bukankah, jalan dan jembatan urat perekonomian. Urat nadi rusak, tentu rusak juga perekonomian
16 tahun berlalu, 2025 Pemprov Sumbar melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) sedang diperbaiki. Pekerjaan rehabilitasi jalan provinsi di ruas Payakumbuh – Sitangkai Lintau (P044) paket II dikerjakan PT. Arpex Primadhamor sudah mencapai progres 67 %
Diyakini proyek senilai Rp12 Miliar, masa pelaksanaan 180 hari kalender, akan selesai tepat waktu dan tepat mutu. Meski, proses pekerjaan harus buka tutup, namun tak begitu berpengaruh bagi pengendara. Mereka sadar, setelah selesai, jalan mulus akan dinikmati. Jalan lancar ekonomi pun lancar
An warga Labuah Gunung, merasa bersyukur diperbaiki jalan ini. 16 tahun sudah warga menikmati jalan rusak, berlubang dan rentan kecelakan. Sekarang, tidak saja lalu lintas lancar, readymix atau jalan beton
membentang panjang berwarna putih, juga memperindah kampungnya.
“Berkat kepedulian Pemprov Sumbar melalui Dinas BMCKTR, tidak saja transportasi lancar, juga dengan adanya readymix atau beton berwarna putih, kampungnya ‘samakin rancak dan mancilak’ Bahkan, sangat berpengaruh terhadap perekonomian warga,” katanya, seraya berharap pekerjaan selesai tepat waktu dan mutu.
Atas nama warga, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar melalui Dinas BMCKTR. PT. Arpex Primadhamor yang diniliai profesional dalam bekerja. Bahkan, bisa mengatasi persoalan yang terjadi dilapangan, sehingga tidak menganggu lalu lintas, meski dilakukan buka tutup
Penulis
Novri Investigasi


