
PADANG INVESTIGASI_ Untuk memajukan dunia pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ( ABK) , Perjuangan Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Padang Provinsi Sumatera Barat, Miky Indra M, Spd, Mpd dalam mewujudkan pembangunan melalui pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan, patut diapresiasi.
Pasalnya, Sekolah SLB yang beralamatkan di Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, termasuk salah satu sekolah SLB Negeri Program Revitalisasi Satuan Pendidikan khusus dan layanan khusus Direktorat Jenderal PKPLK Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun anggaran 2025 sebesar Rp 2. 297.251.000 ( Dua Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Lima Puluh Satu Ribu Rupiah) .
Dalam bincang-bincang singkatnya dengan awak media, Rabu (1/10) Miky Indra mengatakan, sebelum turunnya program ini banyak persyaratan yang harus dilengkapi untuk diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Sekarang murid kita disini sebanyak 163 orang. Terdiri dari tuna netra, tuna rungu, agraista dagsa dan autis. Jumlah tenaga pendidik sebanyak 62 orang. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1997 lalu
“Alhamdulillah tahun kita mendapatkan bantuan Revitalisasi Ruang Kelas yang bersumber dari APBN,” sebutnya.
Berikut pekerjaan Revitalisasi Ruang Kelas SLB Negeri 2 Padang. 2 Pembangunan Ruang Kelas baru, 4 Ruangan, 2 Pembangunan Ruang Pembelajaran khusus, 3 Rehabilitasi Ruang Kelas Bidang 1.
4.Rehabilitasi Bidang Kelas Bidang 2.
5.Rehabilitasi Ruang Kelas Bidang 3. Dengan sumber anggaran dari APBN tahun 2025, masa pelaksanaan selama 120 hari kerja.
Semua Pihak Ikut Mengawasi
Karena itu, Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Padang, Miky Indra mengajak dan menghimbau semua pihak untuk terlibat dan mengawasi pelaksanaan program ini, agar terlaksana dengan baik secara transparan.
Dengan demikian, lanjutnya, Pekerjaan Revitalisasi sekolah ini bisa selesai dalam waktu yang tepat dan membawa manfaat bagi masyarakat disekitar sekolah ini .
“Karena Program Revitalisasi ini bersifat Swakelola, maka partisipasi masyarakat sangat diperlukan baik dalam pelaksanaan maupun pengawasan dalam pekerjaan. Masyarakat juga diharapkan mendapat secara ekonomi. Misalnya, ikut menjadi pekerja dalam pekerjaan Revitalisasi Ruang Kelas ini,” imbuh Miky Indra M. SPd. MPd.
Pekerjaan Sesuai Rencana
Konsultan Pengawas Pekerjaan Revitalisasi Ruang Kelas SLB Negeri 2 Padang, Hafiza ST mengatakan , pengawasan itu sangat diperlukan untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sesuai rencana. Baik segi anggaran, standar mutu dan memastikan kesesuaian dengan desain. Bahkan, juga bertindak sebagai wakil pemilik kegiatan dalam komunikasi dan penyelesaian masalah pekerjaan dilapangan.
Ketika ditanya bobot pekerjaan saat ini, Hafiza menjawab, diperkirakan sekitar 30 persen dari lima item pekerjaan Revitalisasi saat ini.
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SLB Negeri 2 Padang pada Pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan, Syamsir Spd, mengatakan, pekerjaan revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik semata.
“Tetapi juga membangun jaringan sosial yang lebih solid, terpercaya. Terpenting, mengendapkan prinsip pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Antara pemerintah dan rakyat secara transparan,” ulasnya
Transparan dan Gunakan APD
Transparan ini, diperkuat dengan kewajiban pihak sekolah memasang papan informasi kegiatan. Tujuannya, agar pekerjaan mudah diakses. Tak kalah penting, pihak sekolah harus menyampaikan kepad pekerja, agar memakai Alat Pelindung Diri(APD).
‘Akuntabilitas bukan hanya sekedar administrasi, melainkan soal moralitas pembangunan. Pekerjaan Revitalisasi sekolah ini, menjadi wahana pendidikan berkarakter. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi semua orang agar bersikap baik,” ungkapnya. Rama


