
Rasa tak percaya. Agak mustahil terasa. Tapi, itulah fakta, terseok seok sampai pekan 29, bangkit disaat kompetisi akan berakhir. Tiga kemenangan dan satu kali seri di empat laga terakhir, asa Semen Padang FC, bertahan di Liga 1, mulai terasa. Hanya dua laga tersisa, apakah mampu selamat dari jurang dekradasi atau kembali ke Liga 2
Diawal kompetisi 2024 – 2025 sampai berakhir putaran pertama, Semen Padang menjadi bulan bulanan tim lawan.Berganti pelatih, melepas Hendri Susilo dan merekrut pelatih anyar Eduardo Almeida, namun tak mampu membawa Semen Padang keluar dari zona degradasi. Penggemar kecewa, GOR. H. Agus Salim yang selama ini angker, malah menjadi kuburan bagi tuan rumah. Lumbung poin dan gol bagi tim tamu
Perombakan Besar Besaran di Putaran Kedua
Buruknya penampilan Semen Padang FC mengarungi putaran pertama, melalui Andre Rosiade penasehat dilakukan perombakan besar besaran. Delapan pemain direkrut menempati berbagai posisi. Athur (Penjaga gawang), Tin Martic (Bek tengah), Kim (Bek tengah), Bruno Gomes (striker), Marco Bohinho (Bek tengah), Alhassani Wakaso (Gelandang bertahan), Cornelius Stewart (Striker)
Namun, perombakan itu tak berbuah hasil. Memang pola permainan sudah terlihat, tapi tak mampu bersaing dengan tim lainnya. Seperti putaran pertama, Semen Padang FC menjadi lumbung poin dan gol bagi lawan. Baik, saat main dikandang maupun saat tandang. Gemuruh dukungan penonton tak mampu menyelamatkan Semen Padang FC dari kekalahan. Berkutat di zona degradasi, seakan harapan tertutup untuk bertahan di Liga 1
Bangkit Dipenghujung Kompetisi
Ada cerita menarik perjalanan Semen Padang FC mengarungi Liga 1, terseok seok sampai pertengahan putaran kedua, malah bangkit dipenghujung kompetisi. Empat lagi dimainkan sukses meraih tiga kemenangan dan satu kali imbang. Mengejutkan, berhasil membungkam Persija Jakarta saat tandang.
Macan Kemayoran tak berkutik diterkam Kabau Sirah 2 – 0 tanpa balas. Sebelumnya di laga kandang menerkam PSIS Semarang 2 – 1 dan membungkan Madura United FC 2-1. Berkat kemenangan itu, Semen Padang keluar dari zona degradasi. Bahkan, asa Semen Padang FC bertahan di Liga 1, makin terbuka
Diprediksi Bertahan di Liga 1
Persaingan papan bawah sampai penghujung kompetisi ini, sangat ketat. Tergelincir dua sisa laga, bakal masuk jurang degradasi. Ada 6 tim yang sedang berjuang agar tak menemani PSIS Semarang yang telah dahulu turun kasta. Poin mereka pun berjarak tipis. Posisi 13 ada Persis Solo dengan poin 35. Posisi 14 ada Madura United dengan poin 33.
Posisi 15 Semen Padang FC dengan poin 32. Selanjutnya, Barito Putra posisi 17 dengan point 31. Dan, PSS Sleman posisi 17 dengan poin 28. Sudah pasti terdegradasi PSIS Semarang dengan poin 25. Dilihat lawan yang akan dihadapi enam tim ini, pada laga tersisa peluang Semen Padang terbuka lebar. Sebab, hanya menghadapi Persik Kandang dan Arema Malang tandang.
Sementara Madura melawan Bali United tandang dan ‘bakuhampeh’ sesama calon degradasi PSS Sleman. Persis berhadapan lawan berat Dewa United kandang dan Persib Bandung tandang. Barito Putra berhadapan dengan PSM kandang dan tim teredagrasi PSIS Semarang. PSS berhadapan dengan Persija Jakarta kandang dan Madura United tandang. Bagaimana peluang mereka. Tunggu saja
Penulis
Novri Investigasi


