Catatan Ringan : Richard, Akb

Sembilan bulan Masa kepemimpinan Wako Padang Fadly Amran, dan Wawako Maigus Nasir, Senin (20/10/2025), dia mulai bergerak melakukan mutasi besar besaran di kalangan pejabat / fungsional level menengah dan rendah. Sebanyak 122 orang terkena imbas.
Rata rata yang naik posisi wajah baru
Ada yang di dalam lingkaran SKPD dan ada pula meloncat keluar SKPD.
Awalnya baru pada posisi sejumlah camat, Kabag, fungsional setingkat eselon III dan eselon IV, Kasi dan beberapa orang lurah dimutasi/ rolling.
Di level jabatan strategis, baik eselon III dan II belum dominan, bahkan eselon II sepertinya belum tersentuh , termasuk mengisi posisi yang kosong belum terlihat.
Seperti pada sejumlah asisten dan Kadis/ Ka Badan / inspektur kepala.
Namun sejak beberapa bulan terakhir isu mutasi/ rolling pejabat strategis sudah berdengung kencang, baik dikalangan orang kantoran ataupun di ciloteh Lapau.
Dalam ciloteh Lapau semua posisi / komposisi pejabat strategis sudah diisinya sendirian atau sudah terisi penuh. Antah Iyo, anta tido, itu orangnya, Sudah pasti mereka yang berceloteh, serba tau dan berlagak dekat dengan pengambil keputusan.
Ciloteh Lapau pasti seru, mereka makan lontong sepiring, kopi satangah, Ota berapi api Lo/ balapia lapia.
Hebatnya, Tapi omongannya kadang kadang ada pula betulnya sikit.
Namanya saja DPR Partikelir/ jalanan, bebas nian.
Suasana seperti itu wajarlah di alam demokrasi, sebuah dinamika yang bisa mencairkan suasana,
apalagi di Minang, masyarakatnya Suko ma ota”, bukan “gadang ota”.
Sepertinya Fadly Amran sudah komit dengan sembilan program unggulannya selam lima tahun kepemimpinannya.
Makanya wajar dia memilih atau menempatkan orang orang diposisi Strategis yang ” kancang larinya tanpa dilacuik”.ibarat Kudo pacuan
Mereka Paham dengan isi hati walikota.
Datang tanpa diundang dan pergi tanpa disuruah Dalam bekerja,
Dalam artian cepat tanggap. Nan Mangarati Jo karajonyo, begitu kira kira tebakan kita. Karena Fadly pasif sekali berbahasa Minang dalam orasinya ,plus maknanya.
Seperti kata angku Datuak, ” pasukan” nya harus tau. Ma nan jantan, ma nan batino. Orang nya Cerdik, bukan cadiak buruak.
Karena Fadly Amran juga seorang angku Datuak/ Mak Datuak. Pasti dia menilai seseorang dengan sifat sifat keminangannya.
Alun takilek lah takalam.
Makanya nanti bila ada pejabat yang masih terpakai atau di rolling atau di istirahatkan sementara, atau ada yang promosi, jangan berkecil hati. Itu sudah keputusan Mak Datuak terbaik dengan “pasukannya”.
Pemko butuh pejabat yang tidak hanya duduk dibelakang meja, tetapi bisa beradaptasi dengan masyarakat
Apalagi pada suasana keuangan daerah yang semakin.menurun..Perluorang orang yang bisa menjelaskan kondisi Pemda dan ” menghibur” masyarakat dengan suasana yang minim.tersebut.
Ada pula isu, untuk mengisi pejabat strategis di Padang akan di impor dari luar . Seperti propinsi atau Dati dua lainnya. Boleh boleh saja kalau mampu menterjemahkan keinginan Pemko dan masyarakat Padang. Semuanya tergantung selera Fadly Amran yang telah dipertimbangkannya dengan matang.
Pemko juga sudah melakukan semacam study kelayakan beberapa bulan lalu, tentu sudah ada nilainya masing masing yang mengikutinya, termasuk tes nyali dalam bekerja sesuai keinginan wako.
Yang terbaik akan tetap baik. Jangan bimbang dan ragu, kata legend koesplus.
Masyarakat sangat menunggu sepak terjang Fadly Amran dan bentuk pembangunan yang akan dilakukannya sampai tahun 2029, baik di bidang kerohanian,, keagamaan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi dan pembenahan infrastruktur kota, seperti sarana jalan, jembatan dan lainnya. Serta bisa mencari terbosan, baik ke pusat dan pihak ketiga sesuai ketentuan.


