
Gebyarnya luar biasa. Seakan Kota Padang Ramah Pejalan kaki, sebuah kerja nyata. Program unggulan Fadly Amran – Maigus Nasir itu, membius warga. Padahal, hanya beberapa titik yang diperbaiki.
Padang Rancak, melalui perbaikan beberapa trotoar, menata ruang kota agar lebih tertib, inklusif dan ramah lingkungan, terkesan di gadang gadangkan. Apalagi, trotoar bukan sekedar pelengkap. Tapi, ruang vital masyarakat yang harus fungsional, aman dan estetis
Seperti pekerjaan trotoar di Jalan Perintis Kemerdekaan, lebih kurang sepanjang 100 meter. Persis didepan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, sedang diperbaiki. Itupun melalui pekerjaan rutin Operasional dan Pemeliharaan (OP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ( PUPR)
Pekerjaan trotoar di kawasan Jati itu, tak sebanding dengan panjangnya kerusakan. Bahkan, tidak saja menganggu pejalan kaki, tapi juga merusak pemandangan. Seakan pekerjaan sepanjang 100 meter itu, menjawab persoalan kerusakan trotoar disepanjang jalan itu
Disebut sebut juga, pekerjaan juga akan berlanjut hingga gerbang RSUP M. Djamil. Apakah, pekerjaan rutin ini, sudah menjawab fungsi trotoar, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki. dan menjadi dasar masyarakat. Sementara, dilokasi yang sama masih banyak kerusakan yang terjadi
Tak Aman Bagi Pejalan Kaki
Jika mau jujur atau boleh juga jujur jujuran, trotoar sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan atau kawasan Jati itu, banyak rusak. Bahkan, bisa dikategorikan rusak parah. Jangankan kaum disabilitas melewati trotoar, manusia normal pun susah melintasi trotoar bergelombang itu
Perbaikan sekarang ini, hanya memperindah beberapa titik. Seperti Fakultas Kedokteran Gigi Unand. Itupun karena ada kampus dan keramaian. Apakah, ini sudah menjawab persoalan atau masih sekedar sensasi? Entahah, trotoar ramah pejalan kaki masih jauh dari harapan.
Penulis
Novri Investigasi


