
Setahun kepemimpinan Fadly Amran – Maigus Nasir, menabur kritikan dan menuai pujian. Banyak kalangan, menyebutkan setahun Fadly Amran – Maigus, masih dibumbui acara seremonial menebar pesona membangun pencitraan, menghadiri berbagai kegiatan dan undangan
Riak dan gelombang, juga menyertai setahun perjalanan kepemimpinan. Seperti, masalah klasik PKL, cerita tuan takur di pasarraya, pungutan liar masih bergema, terutama di lokasi wisata
Pekerjaan infstraktur tak sesuai rencana, kafe ilegal beroperasi tak kunjung reda, meski setiap hari razia. Dan, beragam persoalan lain, mengiringi perjalanan setahun kepemimpinannya
Ada juga menyebutkan, setahun kepemimpinan, sukses menjalankan sejumlah program prioritas. Mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Termasuk juga percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Sudut pandang berbeda, kaca mata tak sama, menilai setahun kepemimpinannya
Terlepas dari semua persoalan itu, refleksi setahun kepemimpinan Fadly Amran- Maigus Nasir bertajuk ‘Satu Tujuan untuk Kejayaan Kota Padang, menjadi pondasi awal mewujudkan visi kejayaan Kota Padang, sebagai kota Sehat dan Kota pintar berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju, sejahtera, pantas diapresiasi.
Meniti Jalan 2029
Akui atau tidak diakui, semuanya visi dan misi itu, terselip pesan tersembunyi. Menata perubahan pembangunan Kota Padang sembari meniti jalan menuju 2029. Tak lazim, biasanya dalam setiap kegiatan, peran walikota lebih dominan dan mempersempit peran wakil di lapangan.
Apalagi, berkaitan dengan acara seremonial, guntiang pita, peresmian, biasanya walikota langsung turun tangan. Dan, ‘pacah kongsi’ sering terjadi di tengah jalan. Wakil terpinggirkan, menunggu kesempatan, jika walikota berhalangan.
Beda setahun kepemimpinan Fadly Amran – Maigus Nasir, porsi sama, kesempatan sama, sosialisasi, gerak dan kegiatan dilapangan juga sama. Tak perlu heran, itu semua sudah direncanakan. Karena tetap seiring sejalan tahun 2029 dalam satu bendera, walau beda singasana
Maigus Nasir sebelum maju menjadi wakil walikota, ia Caleg DPRD Sumbar dari Partai PAN. Dua priode, ketiga gagal, lalu dampingi Fadly Amran maju pada Pilkada Kota Padang 2024. Sukseskan memenangkan kontestan, langkah politik Maigus Nasir membuat semua orang heran.
Kisah terindah semasa menjadi kader PAN, terlupakan. Bukan batu loncatan, tapi demi mengamankan 2029, ia dipercaya menjadi Ketua DPC Partai Nasdem Kota Padang yang selama ini dipegang Osman Ayub. Kini langkah saayun, sapayuang balinduang hujan, sakapa Indak sagamang. Langkah pasti menata hari, membangun Kota Padang.
Sukses membangun Kota Padang, bakal memuluskan langkah Fadly Amran, bertarung di Rumah Bagonjong. Dan, memantapkan langkah Maigus Nasir naik kasta dari wakil menjadi walikota. Satu atap, sama mencapai impian, bersatu membangun Kota Padang, demi satu tujuan meniti jalan menuju 2029
Penulis
Novri Investigasi


