Penulis : Luthfi Akhdan Mufa
No. BP : 1910442037
Dosen Pembimbing : Rahmat Rasyid, M.Si
Departemen Fisika Universitas Andalas

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Data dari PT KAI mencatat ratusan perlintasan sebidang ditutup setiap tahun demi alasan keselamatan, namun jumlah perlintasan liar dan perlintasan tanpa penjagaan masih jauh lebih banyak dibandingkan yang bisa dijaga secara manual.
Selain minimnya palang pintu, perilaku pengendara yang nekat menerobos jalur maupun mengambil jalur lawan arah saat kereta baru saja lewat turut memperbesar risiko kecelakaan di lokasi-lokasi tersebut.
Permasalahan inilah yang mendorong pengembangan Prototype One-Way Spiked Speedbump berbasis computer vision di Departemen Fisika Universitas Andalas.
Berbeda dari palang pintu konvensional, sistem ini bekerja melalui tanggul berduri satu arah yang otomatis terangkat saat kereta terdeteksi mendekat, sehingga menahan laju kendaraan yang mencoba menerobos, sekaligus mencegah pengendara mengambil jalur berlawanan setelah kereta melintas.
Sistem dibangun menggunakan kamera sebagai sensor visual, model deteksi objek YOLOv11 untuk mengenali kereta secara real-time, mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai pengendali utama, motor servo sebagai penggerak mekanisme tanggul, serta buzzer sebagai indikator peringatan bagi pengendara di sekitar perlintasan.
Gambar 1. Bentuk Fisik Prototype One-Way Spiked Speedbump
Hasil pengujian menunjukkan performa yang menjanjikan pada tahap prototype.
Model YOLOv11 yang dilatih pada 480 citra miniatur kereta api mencapai precision dan recall sebesar 100%, mAP50 sebesar 99,5%, dengan mAP50–95 tertinggi sebesar 88,9% pada epoch ke-100 — menandakan model mampu mengenali dan membedakan kelas Lokomotif maupun Gerbong dengan sangat akurat.
Motor servo dan buzzer juga terbukti bekerja sesuai logika sistem: aktif saat lokomotif terdeteksi dan kembali ke posisi awal saat gerbong terdeteksi, meskipun ditemukan offset mekanis kecil akibat proses pencetakan 3D yang masih perlu disempurnakan pada pengembangan berikutnya.
Tabel 1.
Ringkasan Hasil Pengujian Prototype
Parameter Uji Nilai Keterangan
Precision & Recall Model 100% Deteksi kelas Lokomotif & Gerbong
mAP50 99,5% Akurasi deteksi standar dasar
mAP50–95 (epoch 100) 88,9% Ketelitian deteksi standar ketat
Jarak Deteksi Kamera 90 cm Skala waktu prototype 1:20
Confusion Matrix (Accuracy, F1) 100% Tanpa kesalahan klasifikasi
(Sumber: Hasil pengujian prototype, 2026)
Perlu digarisbawahi bahwa penelitian ini masih berada pada tahap prototype berskala miniatur dan belum diuji pada kondisi lalu lintas maupun kecepatan kereta yang sesungguhnya, sehingga klaim penurunan angka kecelakaan secara riil belum dapat dibuktikan pada tahap ini.
Meski demikian, hasil pengujian menunjukkan bahwa konsep integrasi antara computer vision, sistem tertanam, dan mekanisme mekanik berduri satu arah ini layak untuk terus dikembangkan.
Ke depannya, penyempurnaan pada desain mekanis, pengujian pada skala dan kecepatan yang lebih mendekati kondisi nyata, serta penambahan mekanisme fail-safe menjadi langkah lanjutan yang penting sebelum sistem ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan di lapangan.
Secara keseluruhan, penelitian dari Departemen Fisika Universitas Andalas ini memperlihatkan bagaimana integrasi fisika terapan, kecerdasan buatan, dan sistem tertanam dapat diarahkan untuk menjawab persoalan keselamatan transportasi di Indonesia.
One-Way Spiked Speedbump bukan sekadar alternatif palang pintu, melainkan juga sebuah langkah awal menuju perlintasan kereta api yang lebih tertib dan aman — baik bagi pengendara yang nekat menerobos, maupun bagi mereka yang tergoda mengambil jalur lawan arah.


