
PADANG, INVESTIGASI_Siang itu, cuaca bersahabat. Matahari beberapa hari lalu, enggan menyapa, muncul menyinari bumi. Di siang yang menyengat, tanpa alat berat, bermodal semangat, warga Batu Busuk menormalisasi sungai yang tergerus saat banjir dan longsor mengamuk
Sungai dulunya, tak begitu lebar, jernih, gemercik aia terdengar merdu, semuanya lenyap sekejap. Banjir dan longsor datang tak diundang, ‘mahondoh’ semua yang ada. Tanpa rasa belas kasihan, semua yang menghilangi habis tergerus banjir dan longsor gadang
Tak ada yang tersisa, air mata mengiringi duka. Permukiman porak poranda, sawah dan ladang menjadi rata. Sungai dulu sempit, sekarang lebar mengisi ruang yang ditinggal permukiman warga, sawah dan ladang. Duka yang mendalam pun dialami pasca bencana
Menormalisasi Sungai Seadanya
Di tengah luka yang menyanga, masih tersisa semangat yang menyala. Mempersempit air masuk ke permukiman, warga menormalisasi seadanya. Semangat gotong, tak larut dalam duka, warga turun ke sungai. Tua muda, besar kecil. bapak bapak, emak emak, turut serta
Memang diluar logika, tapi akal sehat masih bicara. Warga mengambil batu dan menyusun untuk menghalangi laju air. Tanpa kawat bronjong, tanpa tanggul, susunan batu dan karung untuk mengamankan diri, dari limpahan air
Walau tak mampu menyelamatkan mereka, jika terjadi lagi banjir dan longsor, setidaknya mengamankan sementara, mengiringi semangat membara. Semoga semangat warga, mengilhami pemangku kebijakan untuk menormalisasi secara permanen. Semoga
Penulis
Novri Investigasi


