
PADANG, INVESTIGASI_Kadang Asal Bapak Senang (ABS), sering menyertai pekerjaan proyek. Baik itu, menggunakan APBN maupun APBD. Saat dilaporkan, diambil pekerjaan yang bagus saja, yang buruk tutup mata. Sehingga, laporan diterima tak sesuai fakta di lapangan.

Ini ditenggarai juga terjadi, pada proyek Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, pekerjaan proyek konstruksi terintegrasi rancang dan bangun penanganan SPAM pasca bencana, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang

Proyek milik pekerjaan PPK Air Minum II, Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum itu, terindikasi ada dusta diantara kita. Karena, temuan media ini dilapangan, tak sesuai jawaban tim teknis saat dikonfirmasikan.

Kok bisa? Ini yang perlu dipertanyakan pada proyek bernomor kontrak : PB.02.04/Bpbpk 5.4.8/2026/01. Berprasangka baik saja, memang pekerjaan di lapangan sesuai spesifikasi teknis dan pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Itupun didokumentasi sebagai laporan. Tanpa menyadari masih pihak media, LSM dan warga yang mendokumentasikan dari sisi berbeda
Telusuran media ini, Jumat (7/8), proyek yang dikerjakan PT. Hutama Karya (Persero) ditemukan beberapa kejanggalan dan menarik perhatian. Tulisan besar tertulis indah, walau hanya pajangan pemanis, terkait Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3). Beda cerita, masih ditemukan pekerja tidak menggunakan APD. Terutama pekerja yang menggali lubang untuk pipa. Padahal, benda tajam rentan melukai kaki pekerja
Persoalan lain, pada proyek dengan manajemen konstruksi PT. Cinajasa Engenering Consultan, sumber dana APBN, kedalaman galian pipa diragukan. Biasanya untuk pipa HDPE 200 MM atau 8 inci, kedalaman galian 120 Cm. Ditemukan, kurang dari 50 Cm. Ini terlihat pipa yang terpasang dan tergantung.
Sisi kelam menyertai scope pekerjaan Rehabilitasi SPAM Jawa Gadut, pengadaan pemasangan pipa distribusi utama dan jembatan pipa, masa pelaksanaan 365 hari kalender, berlokasi di Kota Padang, mengakibatkan kemacetan yang luar dari Pasar Baru ke Kampus Unand. Apalagi, jam ramai, kendaraan beringsut
Penyebabnya, material galian pekerjaan pipa dan timbunan untuk menutupi lubang galian pipa berserakan di lapangan. Memang material galian dimasukkan ke dalam karung, tapi material timbunan dibiarkan berserakan. Akibatnya, tumpukan material mengakibatkan kemacetan luar biasa
Jawaban Tim Teknis Melalui
Walau harus menunggu dua hari konfirmasi temuan dilapangan kepada PPK melalui, jawaban agak berbeda kondisi dilapangan. Konfirmasi, Jumat (7/7) jawaban diterima Minggu (9/7) melalui Humas dari Tim Teknis, Kedalaman dipasang sesuain dengan ketentuan, dan disesuaikan dengan kondisi utilitas di lapangan
Sedangkan, penggunaan APD telah dilakukan oleh seluruh pekerja
Material sisa segera dibuang ketika sudah tidak diperlukan, dan sudah disediakan karung agar material tidak berserakan dan mengganggu lingkungan sekitar.
Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan seoptimal dan secepat mungkin untuk memperoleh hasil sesuai ketentuan dan meminimalisir gangguang lingkungan. Terlepas benar atau salah beda atau tidak, terjawab dalam berita dan fakta di lapangan. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


