
Pasbar, Investigasionline — Kecamatan Pasaman tercatat sebagai daerah tertinggi ke tiga kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari 20 puskesmas yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, hingga September 2025 sudah ditemukan 29 kasus, termasuk beberapa di antaranya berstatus suspek.
Kepala Puskesmas Simpang Empat, Alya Nofriyanti, M.KM, menegaskan pihaknya terus berupaya keras memutus rantai penyebaran DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah kerja.
“Langkah pencegahan ini kami lakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyebaran pamflet edukatif, imbauan melalui media sosial, hingga sosialisasi langsung ke masyarakat menggunakan pengeras suara keliling,” ujar Alya saat ditemui di Simpang Empat, Rabu (15/10/2025).
Ia menjelaskan, masyarakat sering kali menganggap PSN identik dengan fogging. Padahal, penyemprotan hanyalah langkah terakhir, karena fogging dapat merusak pernapasan, sementara fokus utama ada pada kebersihan lingkungan dan pemberantasan sumber perkembangbiakan nyamuk.
“Tempat-tempat seperti dispenser, kamar mandi, kulkas, hingga wadah air bersih yang tidak digunakan kerap menjadi sarang nyamuk. Semua harus dikuras secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik,” tegasnya.
Menurut Alya, keberhasilan menekan kasus DBD sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan warga, segala bentuk upaya dari tenaga kesehatan tidak akan memberi hasil maksimal.
“Kami sangat berharap dukungan penuh dari pihak kecamatan dan pemerintah nagari. Keterlibatan aparat nagari, tokoh masyarakat, Bamus dan kader kesehatan menjadi kunci utama keberhasilan gerakan PSN,” ujarnya lagi.
Wilayah puskesmas Simpang Empat diketahui memiliki enam nagari dengan total penduduk mencapai sekitar 31 ribu jiwa. Berdasarkan data lapangan, wilayah pusat kecamatan menjadi area paling rawan karena padatnya permukiman serta rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Daerah yang padat penduduk cenderung lebih berisiko. Minimnya drainase dan tumpukan sampah rumah tangga memicu meningkatnya populasi nyamuk,” terang Alya.
Untuk memperkuat pencegahan, Puskesmas Simpang Empat kini membentuk Tim Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tim ini bertugas menelusuri sumber penularan, memantau perkembangan kasus, serta melakukan tindakan cepat jika ditemukan indikasi penyebaran baru.
“Setiap kelompok tim PE telah kami sebar ke wilayah berbeda agar penanganan di lapangan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Pihak puskesmas juga mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas, serta melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan rumah.
“Sesuai imbauan Bupati Pasbar, kami mengajak seluruh pihak kecamatan dan nagari untuk lebih aktif melakukan gotong royong. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menekan penyebaran DBD dan menjaga kesehatan masyarakat Pasaman,” tutup Alya. fat


