
Andam Sarasah mandi di Sungai
Mandi di sungai Batang Hari
Bapisah bukannyo bacarai
Jauah dimato dakek di hati
Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Setiap perpisahan pasti ada kenangan. Kenangan yang tak terlupakan saat bersama. Berkolaborasi, menjalin hati dalam menjalankan tugas sehari hari.
Tampek jatuah, lagi dikenang. Apolagi tapian mandi. Saat susah bersama, masih terkenang, apalagi saat menjalin kebersamaan, tak kunjung terlupakan seumur hidup
Rangkaian kata, sarat makna itu, mengiringi perpisahan dengan Midian Wahyu Tukuboya, ST, MT, Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) Operasional dan Pemeliharaan (OP) Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V)
Negeri yang Elok
Terasa singkat menjalankan tugas di Sumatera Barat, negeri yang terkenal dengan filosofis ‘ Adat Basandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah’. Meski terasa singkat, tapi punya kenangan mendalam bagi Midian
Sosok yang dekat dengan kalangan jurnalis ini, dengan jujur dan penuh kekaguman mengatakan, Sumatera Barat, negeri yang elok, air yang berlimpah jernih dan menjadi sumber kehidupan. Pesona lain, ia merasakan bagaimana adat dipegang teguh.
“Kerjasama dalam membangun negeri yang mengikuti kearifan lokal, membantu saya menjalankan amanah yang dipercayakan. Semuanya ini, bisa dilalui dengan rasa kebersamaan dan persaudaraan,” katanya, sembari berfilsofis, di Minangkabau raso badunsanak, sangat tinggi sekali
Diakhir pembicaraan, sebuah kata bijak mengiringi perpisahan. Bapisah bukannyo bacarai, jauah di mato dakek di hati. Semoga dilain kesempatan bisa bertemu lagi. Aamiin
Penulis
Novri Investigasi


