
Catatan Richard. Akb
Bila dilihat dan diamati lebih dekat ternyata, Pasar Raya Padang merupakan pasar sentral “Induk” dari pasar-pasar yang ada di setiap Kecamatan. “Pasar kecil” seperti pasar lubuk buayo di kec Koto Tangah, Pasar Bandar Buat di Lubuk Kilangan, pasar lapai di Nanggalo, Pasar Belimbing Kuranji dan lainnya,
Pasar tersebut saling terkait di wilayah Kota Padang; tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Kota bingkuang kota Padang terkenal juga dengan kota yang memiliki Terminal Angkutan terpanjang di Indonesia, banyak terminal bayangan menghiasi sudut Kota Padang.
Pasar Raya Padang tidak terlepas dari para PKL (Pedagang Kaki Lima) Angkutan kota menjadi hiasan Pasar Raya di sepanjang jalan, dari Bundaran air mancur sampai di penghujung Jalan Permindo.
Pada jam.jam.sibuk, terlihat kemacetan, “klakson kendaraan” terdengar keras di sepanjang jalan Pasar raya, angkot-angkot gaul jadi trend “Populer”.
Populer dengan kendaraan ceper nya dan full musik, sangat di minati oleh para muda-mudi Kota Padang, mahasiswa dan para pelajar.
Dulunya pengunjung sangat ramai ke pasar raya, baik berbelanja maupun sekedar pergi cuci mata “jalan-jalan.
Seperti berbelanja buah-buahan, berbelanja kepingan disk VCD berbagai macam musik, film (Minang, pop Indonesia dan lainnya.
Di kawasan ini dulu juga ada Bioskop Padang Theater dan Mulia yang juga ramai pengunjung, dominan memutar film Indonesia, barat dan India. Sudah berubah menjadi pertokoan.
Menurut literatur yang ada, Pasar raya bermula dari pasar kecil, pasar besar yang menguasai NICA, VOC Belanda yang mendirikan perwakilan nya untuk Kerajaan Belanda di seluruh Indonesia termasuk Kota Padang berdiri 20 Maret 1602 (perdagangan asia).
Seiring dengan perkembangan zaman Pasar Raya sudah mengalami beberapa kali pembenahan, termasuk pasca gempa besar tahun 2009, yang mengalami renovasi hampir separoh bangunan yang hancur akibat gempa.
Berkat kegigihan Walikota Padang waktu itu Fauzi Bahar ke pusat, akhirnya dana cukup besar mengalir ke Kota Padang.
Memang timbul gonjang ganjing, pro dan kontra keberadaan bangunan tersebut dengan berbagai alasan.
Seperti petak kedai terlalu kecil, jauh dari jalan umum, pembeli sepi dan alasan klasik lainnya .
Pedagang.lebih senang berjualan di depan emperan toko atau di pinggir jalan umum di berbagai kawasan pasar, dengan alasan pembeli cukup ramai.
Beberapa kali ditata dan ditertibkan, pedagang selalu kembali kawasan tersebut.
Memang dilema, di satu sisi pedagang butuh biaya hidup, disisi.lain Pemko Padang ingin kawasan pasar menjadi kawasan yang ramai, rapi, indah, tertib dan ramai pengunjung .
.Bahkan dijadikan salah satu kawasan wisata belanja/ kuliner.
Pemko Padang serba sulit, tetapi demi penataan kawasan yang lebih baik tentu harus melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama, plus minus pasti ada.
Bahkan bangunan Pasar Vase VII yang sangat indah dengan arsitektur yang cukup bagus diharapkan ditempati pedagang. Sehingga kendaraan bisa parkir di bahu jalan di berbagai kawasan pasar, dan bisa meningkatkan transaksi jual beli.
Kini terlihat para pengunjung bisa berjalan dengan baik/ nyaman dari satu kawasan toko/ kios ke kawasan lain .
Begitu juga arus kendaraan semakin lancar, plus untuk parkirnya.
Seiring dengan perkembangan kependudukan Padang, kini Pasar Raya Padang bukan lagi satu satunya pasar utama, tetapi sudah berkembang beberapa pasar satelit dan pasar tradisional di sejumlah kecamatan, bahkan sudah mencapai di 11 kawasan Padang.
Wako Padang Fadly Amran, saat ini, sudah melakukan terobosan banyak kepada para pedagang kota Padang. Salah Satunya dengan memindahkan para pedagang kaki lima berjualan di tempatnya, seperti di Vase VII yang sudah disediakan, dan mengembalikan fungsi perparkiran di kawasan yang semakin indah tersebut.
Semoga dengan berdirinya Bangunan Pasar Vase VII Padang dengan dana dari pusat, semasa kepemimpinan Hendri Septa, atas dorongan Anggota DPR RI Andre Rosiade, akan menjadi Tonggak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan itu.
Semoga Padang semakin maju dan pasar raya kembali “bergairah” seperti waktu dulu. Tentu butuh waktu dan perjuangan yang ikhlas dari semua pihak .


