
PASAMAN, INVESTIGASI_Siang itu, Sabtu (3/1), bumi Pasaman Barat terasa panas. Bencana banjir dan longsor, terjadi di beberapa daerah di Sumbar, seakan tiada arti. Ilegal logging dan perambahan hutan, menjadi penyebab nyaring terbunyi, tapi susah dicari. Siapa penyebab semua ini
Disaat duka mendalam dan suasana mencekam, beberapa alat berat, sibuk membersihkan sedimen, di Pasaman Barat, malah ratusan alat berat meraung raung merobek perut bumi di sepanjang aliran sungai. Mengais butiran emas, merusak alam dan merambah hutan
Telusuran media ini, ada beberapa lokasi, alat berat, bergerak cepat, tanpa dapat dicegat. Mulai dari Tombang Mudiak, Tombang Hilir Kecamatan Talamau, Rimbo Janduang. Hingga Air Gadang, Kecamatan Pasaman, Astra Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tule
Pertanyaan besar, bergayut dihati warga. Kok, semudah itu ratusan alat berat mengeruk isi perut bumi, demi butiran emas. Apakah, ada izinnya. Atau ada pihak lain yang bermain. Entahlah, ini pertanyaan yang belum terjawab dan belum mendapat jawaban
Sampai berita ini diturunkan, belum juga mendapat jawaban. Namun, berpikir positif saja, meski sudah dilakukan konfirmasi berbagai pihak. Penanganan pasca bencana banjir dan longsor, menjadi penyebab menyita kesibukan mereka. Sehingga, belum sempat menanggapi persoalan ini.
Semoga, ada tanggapan selanjutnya, dari Kapolda Sumbar dan Kapolres Pasaman Barat. Sehingga, publik mengetahui aktifitas dan keberadaan alat berat di sepanjang sungai itu. Tim


