
PADANG, INVESTIGASI_Sedih, letih. Duka berbalut kecewa, itu yang dirasakan warga Banda Gadang. Kenapa tidak? Termasuk lokasi paling parah terdampar banjir bandaang, bantuan tak kunjung datang. Padahal, tanah, lumpur, pasir bercampur menutupi lokasi tersebut. Setinggi lutut, tak mungkin dibersihkan menggunakan cangkul.
Tak larut dalam derita, berbalut rasa kecewa, warga pun mengambil inisiatif menyewa alat berat. Beban derita semakin berat dengan menyewa alat berat. Padahal, Bandar Gadang, termasuk dalam Kecamatan Nanggalo, tempat tinggal orang nomor dua di kota ini
“Lama menderita, dengan kegigihan warga membersihkan bekas banjir bandang yang membawa lumpur sampai ke dalam rumah. Namun, sudah beberapa hari belum juga ada alat membersihkan lumpur di jalan dan gang perumahan, warga komplek mengambil inisiatif untuk menyewa alat ekskabator mini. Melalui dana yang dikumpulkan lokasi ini dibersihkan,” ujar Dil warga yang berlumur lumpur, saat ikut bergotong royong.
Dua hari warga menyewa alat, hari ketiga, barulah datang bantuan alat dari BWS V. Inipun sangat membantu warga, mempercepat membersihkan perumahan itu. Ada rasa kecewa, lambat Pemko Padang menangani masalah ini. “Ya kecewa juga,” katanya singkat
Penulis
M. Adil


