
PADANG, INVESTIGASI_Fantastis, itu ucapan yang tepat diberikan kepada Rahmad Ramadhanto, A.Md, saat dilantik menjadi Lurah Pasa Gadang.
Kenapa tidak! Jarang terjadi, seorang lurah saat dilantik, Jumat (10/11) dibanjiri karangan bunga. Ini membuktikan Rahmad panggilan akrabnya sosok yang tepat memimpin Kelurahan Pasa Gadang

Banjir Karangan bunga itu, bukan tanpa alasan. Rahmad menjadi lurah di kampungnya sendiri. Ini sudah lama didambakan warga, agar Pasa Gadang dipimpin ‘urang kampung’ sendiri
Makanya, kata Al salah seorang warga, kedatangan Rahmah disambut puluhan karangan. Dan, ini jarang terjadi pada pelantikan lurah di kelurahan lain,” katanya

Karangan bunga itu, lanjutnya bukan saja menyambut Rahmad menjadi lurah, juga kedatangannya sebagai putra.’ Artinya, Kelurahan Pasa Gadang dipimpin putra daerahnya sendiri. Wajar banjir karangan bunga menyambut kedatangan,” tambah Al.
Penulis
Alwisray



Menarik sekali membaca tentang usaha Rahmad Ramadhanto dalam mengatasi banjir di Pasa Gadang. Penggunaan karangan bunga sebagai simbol harapan adalah ide yang inspiratif. Semoga langkah-langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Saya sering menggunakan a yes/no wheel untuk membantu membuat keputusan terkait inisiatif komunitas seperti ini.
Menarik sekali bagaimana Rahmad Ramadhanto mengaplikasikan nilai-nilai Babaliak Kampung dalam menghadapi tantangan banjir di Pasa Gadang. Langkah-langkah konkret yang diambil oleh lurah sangat inspiratif untuk pengembangan komunitas. Saya juga sering menggunakan emoji kitchen untuk menambahkan sedikit kesenangan dalam komunikasi saya dengan teman-teman.